Follow Us @soratemplates

Sunday, October 11, 2020

Bermuhasabah Sambil Ngerjain Tugas 1 Gemari GP 4

October 11, 2020 0 Comments

 Bismillahirrohmanirrohim,

Malam ini aku bermuhasabah diri dengan sembilan pertanyaan ini.

1.    Apa tujuan hidupmu?

2.   Apa kamu suka berbenah? Lalu apa tujuanmu berbenah?

3.   Sudah tahu tujuanmu? Lalu apa motivasimu berbenah?

4.   Mindset apa yang menghambat dalam berbenah?

5.   Lihat sekelilingmu, adalah banyak clutter di sana?

6.   Apa dampak clutter yang kamu lihat itu?

7.   Sebenarnya apa yang kamu suka dari rumahmu?

8.   Lihat dengan seksama saat ini bagaimana kondisinya?

9.   Sudah? Sudah paham bagaimana kondisi rumahmu saat ini, so apa mindset baru yang buat the new you dalam berbenah?


Seakan tertampar karena sebelumnya cuek banget untuk berpikir tentang beginian.  Beruntung sekali keisengan ikut kelas Gemari Pratama via online ini punya banyak manfaat. Seperti ini. Jadi sembilan pertanyaan tadi adalah tugas pertama yang harus saya kerjakan. Tugas ini sebenarnya dibentuk dalam bentuk mindmap. Tapi tak apalah saya coba jabarkan dalam tulisan saja, biar terasa benar muncul dari dalam hati.




Tujuan hidupku.


Ada banyak tujuan hidupku. Tapi sebenarnya kesemuanya tidak muluk-muluk tinggi. Pada intinya hanya satu, jadi manusia yang bermanfaat banyak orang dan selalu berada di jalan yang benar, jalan orang yang diberi rahmat dari Allah SWT. Namun agar lebih mengena dan saya mengenal lebih diri saya, saya jabarkan satu-persatu.

Sebagai Istri dan Ibu

Amanah sebagai seorang istri, tujuanku tentulah ingin selalu membuat suami bahagia. Ingin mengajaknya selalu di jalan yang baik. Kami bisa selalu istiqomah taat beragama sesuai perintahNya, mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Ingin selalu membuatnya semangat dalam bekerja dan beribadah.

Sebagai seorang Ibu, tentulah ingin menjadi ibu yang baik buat anak-anak. Mengajak mereka taat pada Allah SWT. Mengajarkan yang sesuatu yang baik sesuai yang diperintahkan. Memberikan mereka teladan yang baik, membentuk karakter yang baik agar masa depan cerah. Menjadikan mereka anak-anak yang mandiri dan bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama dan berhasil meraih apa yang  mereka cita-citakan.

Sebagai seorang guru, saya ingin bisa memotivasi anak didik saya untuk rajin belajar dan berkarakter baik. Menginspirasi mereka untuk bersemangat hidup dan mimpi tinggi, serta  bisa meraih apa yang mereka cita-citakan.

Sebagai seorang anak, saya ingin selalu membahagiakan bapak dan ibu. Alhamdulillah beliau berdua masih sehat. Ingin sekali bisa bawa mereka ke tanah suci, aamiin...


Tujuan Berbenah


Apa sih tujuanku berbenah? Jawabannya mungkin sama dengan yang lain, ingin menjadikan segala sesuatunya tertata rapi, teratur, enak di pandang mata, yang buat pikiran jadi plong, gitu.

Menyadarkan lagi bahwa dengan berbenah ada banyak  manfaatnya. Selain terlihat rapi, barang-barang jadi teratur sesuai tempatnya.Rumah  jadi bersih, yang tentunya ke semuanya itu berdampak positif dalam hidup. Jadi tidak banyak drama ketika anggota keluarga mencari sesuatu. Waktu pun menjadi efektif dan kerja otak tidak berat saat  harus mengingat-ngingat dimana letak barang yang kita cari.


Motivasi Berbenah


Demi diri sendiri, dengan berbenah tubuh dan pikiran saya bergerak dan memberikan dorongan positif. Saya jadi lebih mengenal barang-barang yang saya miliki. Menempatkan segala sesuatu dengan teratur dan rapi. Bisa merasakan asyiknya seni menata rumah.

Demi keluarga. Ingin benar-benar menciptakan bagaimana yang dikatakan sebagai Baiti Jannati, Rumahku Surgaku. Dimana kondisi rumah tampak rapi, teratur, indah, memberi  kenyamanan juga keamanan. Tentunya bukan dari aspek fisik rumah saja, tapi di dalamnya tercipta keharmonisan dan kerukunan satu sama lain. Selain itu jika orang tua mencontohkan kebiasaan berbenah, anak akan berperilaku sama.


Mindset yang jadi Hambatan Berbenah


“Nanti ah, santai saja. Pasti aku beresin.”

Mindset yang salah kaprah karena suka menunda pekerjaan. Habis itu suami ngomel-ngomel atau tiba-tiba ada tamu, jadi rempong ke sana kemari, wkwkwk...


Adakah clutter sekeliling saya?

Clutter itu adalah sesuatu barang yang menumpuk buat kacau. Ada clutter sebenarnya yang selalu nampak di hadapan saya dan jadi ada rasa gemas juga. Ih, harus dikemanain sih barang-barang ini.

Clutter itu adalah baju-baju yang tidak terpakai lagi. Bungkusan plastik bahan craft anak, ada kain perca, benang, kain flanel, dll. Ada juga onggokan baju dalam bungkusan plastik  yang sudah bulanan berada di kamar saya. Sebenarnya sudah saya niatkan mau saya beri ke tetangga. Tapi, ah, mau ngomong saja kok susah. Ada rasa nggak enak, beliau mau nerima tau tidak.

Kalau bahan craft anak suka nggak tega mau dibuang. Dibersihkan juga kadang anak jadi marah dan nggak mood lagi berkreasi.

Dampak clutter yang terlihat itu tentulah buat sumpek. Seperti saya katakan tadi, gemes banget pengen buang. InsyaAllah setelah ini saya niatkan datang ke rumah tetangga yang saya targetkan itu.


Sebenarnya apa yang saya suka dari rumah saya?



Jawabannya adalah semuanya. Alhamdulillah Allah beri rumah yang terbaik sesuai yang saya butuhkan.  Rumah saya ada halaman yang lumayan luas, di situ ada  pohon kelengkeng yang lumayan besar. Di halaman itu juga kami tanami  tanaman hias dan beberapa tanaman sayur. Rumah kami lumayan terang dari sisi cahaya dari depan sampai belakang karena banyak jendela. Tapi sayang kemalasan penghuninya jadi buat rumah tidak bisa rapi.


Kondisi Saat ini



Di malam hening menuju dateline tugas, 11 Oktober 2020 pukul 23.00

Kalau harus digambarkan kondisinya sebenarnya lumayan rapi, dari ruang tamu sampai ruang keluarga. Hanya saja di bagian kamar seperti yang saya katakan tadi ada beberapa onggok bungkusan baju yang tidak terpakai. Sedang di bagian belakang atau dapur, ada bungkusan plastik yang berisi plastik kresek yang jadi clutter juga. Selanjutnya ada beberapa plastik botol minyak.


Mindset yang ingin saya bangun sekarang:


1.    Bersegara berbenah ketika melihat sesuatu yang tidak pas.

2.   Mengurangi plastik yang jadi sumber clutter dimana-mana.

3.   Bersegara menghibahkan barang yang tidak terpakai lagi buat yang membutuhkan.

4.   Membawa kantong  belanja dan botol atau tempat makan saat mau bepergian.


Ii   Itu sementara kenyataan hidup saya tentang berbenah. Kebiasaan saya nih suka nunda-nunda waktu seperti ngumpulin tugas gemari ini. Semoga ke depan banyak manfaat yang merubah dari diri saya setelah ikut kelas ini.

  Terima kasih.



#Task1GP #gemaripratama #gemaripratama4 #GP4kelasX (isi angka kelasnya)
#menatadirimenatanegeri  #gemariclass  #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu#gemarian

Sunday, October 4, 2020

Kenapa Saya Harus Ikut Gemari

October 04, 2020 0 Comments

 Assalamualaikum wr wb.

Gemari alias gemar rapi. Dengar kata gemar rapi apa yang ada dalam pikiranmu teman? Asli asyik ya, bikin joy gitu, kalau apa yang kita lihat rapi , enak dipandang.

Saya cenderung orang yang tidak rapian. Berbeda dengan suami yang suka rapi, he... Tapi meski begitu, beliau tidak komplain kalau saat pulang kerja rumah dalam keadaan yang tidak sesuai yang diinginkan. Menerima banget kekurangan kelebihan istri. Tapi ada sebalnya juga, beliau sebal kalau lihat istrinya bingung saat cari barang. Tahu hubungannya kan teman? orang yang nggak suka rapi jadi suka bingung cari barang? Hihihi...

Saya juga sebal dengan diri saya sendiri, kekurangan saya itu jadi buat banyak kerugian. Rugi waktu, pikiran dan lain-lain. Untuk itu  sedikit-dari sedikit mulai belajar rapi-rapi.

Usaha saya ini tidak kaleng-kaleng, lho. Beneran saya belajar tentang ilmu rapi-rapi yang terkenal dari Jepang, lewat buku KonMarie, Marie Kondo. Dan mulai terlihat lebih baik. Baju-baju sudah saya set sesuai yang saya pelajari. Barang-barang juga mulai tertata meski belum begitu sempurna sesuai yang saya inginkan.

Tapi, sayang kalau hidup rapi ini hanya muncul saat mood baik. Saat bad mood, OMG jadi kembali lagi. Jadi berpikir gitu, gimana caranya biar saya jadi konsisten rapi-rapi.

Lalu terlintas pikiran bagaimana kalau saya ikut kursus online  rapi-rapi saja? Saya coba googling tentang ini. Dan Alhamdulillah muncullah banyak testi peserta Gemari. Fix, saya tekadkan menyisihkan uang buat ikut kursus ini. Bismillah, semoga ke depan sayabisa konsisten, menata diri, menata keluarga biar lebih joy dalam segala hal.


 Oiya selain ibu rumah tangga saya juga mengajar di salah satu SMK di kota saya. Saat pandemic dan harus SFH kalau dipikir ada banyak waktu untuk menata-nata. Nyatanya lebih semrawut. SFH membuat saya harus fokus buat konten belajar, juga mengajar anak di rumah. Ibaratnya kalau biasanya habis mengajar di rumah bisa istirahat, kalau ini tidak. Selain membuat bahan ajar online, saya juga harus 24 jam melayani chatt anak didik, mengecek siswa yang jarang aktif juga tugas-tugas mereka yang tidak berkesudahan. Tapi sekali lagi kita niatkan ini sebagai bentuk tanggung jawab juga ibadah biar apa yang saya lakukan berkah, aamiin...


Monday, May 11, 2020

Jadi Cinta sampai Menghasilkan Rupiah dari Masak. Asyiknya Yummy App, Bikin Masak Jadi Mudah!

May 11, 2020 25 Comments




“ It’s okay  cewek nggak mahir masak, toh banyak restoran yang buka, bukankah setiap orang punya passion sendiri-sendiri, Bu?” begitu kata adik bungsu saat ibu memintanya belajar masak.  Ibu  bersikap seperti itu karena khawatir anak cewek kok nggak bisa masak, bagaimana tanggapan suaminya nanti. Bukannya nurut, eh dia malah berdalih dengan banyak alasan. Biasalah anak jaman now, kalau dinasehati suka mau menangnya sendiri.


 Bukan hal yang salah memang kalau cewek nggak suka masak. Karena benar setiap orang punya passion berbeda-beda. Kalau tidak suka tidak bisa dipaksa. Tapi menurutku kalau seenggaknya punya niat ingin belajar dan mau sedikit melangkah, bukan tidak mungkin rasa sungkan masak jadi cinta kalau sudah masuk ke dunia ini.

 

Kalau mau disadari, memasak makanan sendiri itu banyak manfaatnya. Dari mengirit pengeluaran, menyenangkan diri sendiri dan orang lain sampai melatih kreatifitas, memasak ini jadi hobi yang mengasyikkan. Terlebih di masa pandemik sekarang, saat setiap orang diwajibkan di rumah saja, memasak sendiri jadi pilihan tepat karena lebih aman, sehat dan bergizi. 





Meskipun sudah tahu banyak manfaatnya memasak tapi kalau belum melangkah tampak terasa berat, terutama bagi anak muda jaman now seperti adik saya. Jadi ingat awal belajar masak dulu, saat itu aku masih jadi anak kos. Ada program masak bersama di kos kami. Program ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran dan memaksa penghuni kos belajar memasak. Membantu kami untuk bisa tercukupi makan meski dalam keadaan 'menderita' karena kiriman belum datang. Dalam programnya kami diwajibkan bayar iuran hanya Rp. 100.000 dengan beras 5 kg perbulan. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk makan di luar, tentulah uang segitu belum apa-apa. Kemudian dalam programnya, jadwal masak dibuat perhari 2 orang, untuk memasak makan pagi (untuk siang hari juga) dan sore bagi 20 penghuni kos. Budget untuk beli sayur dan lain-lain Rp. 75,000 per hari. Kelihatan sedikit buat 20 anak, tapi herannya kami tetap bisa makan masakan yang yummy dan bergizi. Namun sayang terkadang ada rasa bosan karena nemunya masak itu-itu saja. Untuk memastikan ukuran berapa porsi agak sulit. Jadi untuk menyiasatinya terkadang aku telpon ibu dan tanya ide masakan sebagai menu teman-temanku itu.

 
Bersama teman-teman kos

 
Beberapa tahun kemudian, setelah menjadi ibu, kesukaan akan memasak semakin menjadi, apalagi suami dan anak demen makan. Nggak menyangka kebiasaan masak bersama teman jadi pengalaman berharga. Namun persoalan sama muncul seperti saat masak di kost dulu yaitu ketika ide masak mentok hanya itu-itu saja. Anak-anak suka bosan. Alhasil makanan dan tenaga yang dihasilkan jadi terbuang percuma.

Ingin bereksperimen lebih, namun berpikir ulang, lihat dompet. “ Ah, bisakah jatah uang makan ini sesuai tanggalnya?”  Jadi ibu harus pintar segalanya, ya. Hal lain yang suka jadi drama adalah saat anak mengeluh ibunya banyak menghabiskan waktu di dapur. Persoalan itu kalau berlarut-larut bisa berbahaya, jadi harus dicari solusinya. Kalau bisa dibuat gampang kenapa harus susah?  

Dengan niat itu, aku berselancar di dunia maya sambil cari tips-tips mudah memasak. Cari tahu bagaimana buat aneka bumbu dasar biar masak lebih cepat, tentang tips menyimpan bahan makanan, dan yang terpenting mencari  variasi menu biar anggota keluarga tidak bosan. Daaan... ternyata aku temukan lewat postingan sosial media yang muncul di beranda. Ya, konten itu adalah ‘Yummy App’.  Selanjutnya untuk memudahkan dan mengeksplorasi lebih tentang dunia masak-memasak, aku install  aplikasi  Yummy App’  dalam smartphoneAh, kenapa aku baru kenal sekarang. Yummy App ini menyediakan banyak kemudahan, sesuai slogannya, #Masakjadigampang.


Asyiknya  Pakai Yummy App





 Tersedia tips mulai dari mengolah, memasak sampai platting masakan.

Ada yang seperti saya? Suka ribet mempersiapkan bahan makanan?

Meski sudah terbiasa masak, terkadang hal yang simple seperti cara mengupas telur biar rapi, cara mem-fillet ayam, bahkan cara menyimpan bahan makanan biar awet aku kurang menguasai. 

 

Di Yummy App ini ada bagian kategori “Yummy  Tips.” Mau cari tips apa? Tips mulai dari mempersiapkan, mengolah bahan atau cara platting makanan lengkap ada disini. Sangat membantu kita terutama yang baru belajar masak. 


Dalam kategorinya, kita juga bisa menjumpai Yummy resep dasar, makanan pembuka, minuman bahkan MPAsi alias makanan pendamping asi juga ada. Keren banget aplikasinya.


 



Memasak mudah hanya dengan lima langkah


Yummy App menyediakan resep serta video yang berdurasi paling lama 45-50 menit. Yang buat jatuh cinta, kita dituntun hanya dalam lima langkah. Buat orang yang nggak sabaran, dipastikan, lima langkah ini bisa menuntun  kita memasak sesuai menu yang diinginkan mau makanan berat atau ringan.

 Tersedia banyak resep


 “ Bu..aku bosen makannya itu-itu aja,” ah, biasa keluhan dari mulut si kecil yang biasanya diikuti dengan aksi GTM alias gerakan tutup mulut. 

Ini jadi drama yang buat baper. Mungkin ibu-ibu yang lain juga mengalaminya saat nyuruh anak makan. Tapi sejak ada Yummy App di smartphone, drama seperti ini bisa dihindari.  

Meski nemu bahannya cuma tempe, tahu, telur atau ayam,  namun jangan kuatir varian resep bahan itu di Yummy App ada banyak. Bukan itu saja, resep-resep yang ada juga dilengkapi dengan ukuran porsi untuk berapa orang yang mengonsumsi. Ini bagus jadi menuntun kita kalau ingin masak lebih buat dibagikan tetangga. 

" Ayo adek, yuk kita masak bareng sambil liat video ini." 

Tanpa marah-marah, persoalan selesai. Ibu asyik masak, si kecil pun ikut asyik menikmati tontonan videonya. Memang sebagai seorang ibu, kita harus lebih kreatif. 


 Tersedia fitur memasak yang menyesuaikan budget


Jadi anak kos dulu, suka bingung saat budget mulai menipis. Saat sekarang sudah menjadi ibu pun tidak mudah mengatur keuangan di akhir bulan. Bersyukur, Yummy App ngerti banget tentang permasalahan ini.

 

Misal budget masak kita hari ini hanya Rp. 20.000, bingung mau masak apa. Mudah sekali solusinya, tinggal ketik saja di filter resep Yummy App. Nantinya kita direkomendasikan beberapa resep masakan yang hanya mengeluarkan sesuai budget. Pilihlah yang  kita suka.

 

Saat tanggal tua, apalagi dalam keadaan sulit pandemik seperti ini masih bisa berkreasi makanan demi menyenangkan keluarga, terasa bahagia. Tetap bisa makan enak meskipun murah!





Jadi penuntun masak sesuai bahan yang tersedia di kulkas


Stok makanan di kulkas hanya bahan seadanya dan belum sempat belanja? Pernah seperti ini? Persis pengalamanku kemarin. Udah sore pengen buat makanan tapi bingung mau buat apa karena belum sempat belanja.

 

Ingat di  Yummy App ada fitur ini. Hanya dengan memasukkan kata kunci menu makanan yang tersedia di kulkas, resep dan menu andalan pun muncul. No more panic, bahan seadanya tetap bisa masak spesial. Dan akhirnya jadilah cemilan sehat lumpia sayur yang aku sontek dari Yummy App siap disajikan. Tak lupa pula aku buat pendampingnya berupa saus lumpia.





  Berbagi resep bersama komunitas



Kalau sudah mahir bagaimana? pastikan kita ke level berikutnya. Ubah potensi yang ada untuk menghasilkan uang. Yes, ini juga yang ada dalam pikiranku. Ternyata tidak sulit, tinggal masuk ke halaman komunitas, kemudian klik “Buat Resep.”

 

Di situ kita diminta mengisi mulai dari judul, deskripsi, bahan-bahan, cara memasak hingga foto-foto resep. Udah rencana nih mau buat foto-foto yang bagus dan memastikan struktur penulisan terisi dengan benar. Setelah Upload Resep”  dan postingannya diterbitkan di Yummy app, pasti ada kebahagiaan tersendiri, hihihi...



      Mau naik ke level berikutnya? Ikutan kompetisi masak untuk meraih 100 poin setiap resep masakan yang disetujui chef Yummy



Meski suka masak, tapi kalau ikutan kompetisi gitu masih nggak pede. Tapi kalau kompetisi di Yummy App? Mungkin ini jadi alternatif yang baik buat orang pemalu kayak aku.

 

FYI, ternyata ketika resep diterima dan diterbitkan, kita bisa dapat 100 poin atau setara dengan Rp 10.000. Baiknya Yummy App ternyata ini dibuat agar para chef lebih kreatif dalam menciptakan resep masakan.


Lalu bagaimana caranya?


Kalau yang ini pastikan sebelum kita  upload resep masakan dan mengikuti kompetisi, kita mengisi dulu halaman “Akun Bank” dan menyertakan foto rekening serta  KTP. Kemudian, melengkapi seluruh data-data yang diminta.




Awards buat Yummy App






Yummy app ini ternyata pernah mendapatkan award di akhir tahun 2019, sebagai aplikasi terbaik Google Play 2019 di kategori esensial sehari-hari. Tentunya prestasi ini diakui bahwa Yummy App membantu penggunanya untuk menjalankan tugas sehari-hari dengan lebih efisien dan tidak terburu-buru.


Dengan munculnya aplikasi ini tampaknya bisa mengobati para generasi Z yang malas turun ke dapur. Jangan heran jika nantinya setelah cinta masak, berbagai menu kreatif mereka akan banyak yang muncul dan bisa dijadikan usaha yang menjanjikan.



Well, Jaman sekarang  dengan adanya kecanggihan teknologi, terutama aplikasi bermanfaat yang tinggal diinstall saja  dalam gawai kita, hendaknya buat kita semangat berkarya. Buat kamu yang hobi masak, nikmati keuntungan yang ada dengan menyediakan aplikasi Yummy App di telpon pintarmu. Masak jadi irit, enak dan menyenangkan dengan Yummy AppYuk cari tahu tentang Yummy App kelebihannya di sini.


Pastinya Yummy App buat #MasakituGampang! Jadikan mood kita senang.



Tulisan ini diikutkan dalam lomba # Blog Competition Yummy x Popmama 2020.


 



Friday, May 8, 2020

RESENSI NOVEL HUJAN TERE LIYE

May 08, 2020 0 Comments

Resensi Buku


Judul Buku : Hujan

Penulis        : Tere Liye

Penerbit      : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan      : ke-30, Februari 2019

Tebal           : 320 halaman, 20cm

 

“ Tetapi dia menyampaikan kebenaran. Penduduk bumi telah melupakan nasihat lama itu. Lebih baik mendengar kebenaran meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan.”( halaman 288)


“ Ratusan orang pernah berada di ruangan ini. Meminta agar semua kenangan mereka dihapus. Tetapi sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.”( halaman 308)

 

Tentang persahabatan

Tentang  cinta

Tentang melupakan

Tentang perpisahan

Tentang hujan

 

Novel ini berkisah  tentang kehidupan seorang gadis bernama Lail bersama sahabat  yang dia cinta bernama Esok.  


Novel  dibuka dengan percakapan antara Lail dan Elijah, seorang perawat yang diminta untuk menghapus  kenangan  Lail akan hujan. Hujan gerimis, hujan asam serta hujan salju mengingatkan Lail tentang  cinta dan perpisahan akan orang terkasihnya, Ibu, Ayah serta Esok.


Kenangan akan hujan yang ingin Lail hapus dimulai saat dia berusia 13 tahun, pagi itu  bersama Ibunya, Lail hendak ke sekolah naik kereta. Sedangkan Esok, pemuda 15 tahun yang nantinya menjadi sahabat Lail, saat itu juga berada dalam satu gerbong kereta bersama 4 kakaknya hendak pergi ke sekolah juga. Gerimis, Lail memandang ke luar jendela, hingga tak disangka kemudian terjadi  goncangan yang dahsyat , diketahui sebagai peristiwa gunung meletus disertai gempa super yang memporak-porandakan dunia.


 Peristiwa itu menewaskan ibu Lail, 4 kakak Esok dan banyak orang.  Beruntung Lail dapat diselamatkan oleh Esok, pemuda baik yang kemudian diketahui ternyata ibunya yang berada di rumah masih hidup, meski harus cacat karena kakinya harus diamputasi. Bencana  itu juga  menewaskan  Ayah Lali yang saat itu  berada di negara lain.


Orang-orang yang selamat termasuk Lail, Esok dan Ibunya kemudian tinggal beberapa lama dalam tenda pengungsian sampai pemerintah setempat menstabilkan keadaan. Suasana pengungsian yang terbatas petugasnya membuat Lail dan Esok ikut tergerak membantu  mengurusi para korban.  Kesibukan Lail dan perhatian Esok padanya, membuat Lail sedikit melupakan kesedihan. Lail menjadi jatuh hati pada Esok.


Kebersamaan mereka sayangnya tidak lama. Sebuah keluarga terhormat bermaksud mengadopsi  Esok.  Keluarga tersebut yang merupakan seorang walikota, juga  berjanji merawat  Ibu Esok bersama mereka. Walikota itu diketahui mempunyai anak yang cantik bernama Claudia. Lail kemudian hidup di panti sosial bersama banyak anak yang senasib dengannya.


Di panti sosial, Lail bertemu dengan seorang gadis yang lucu, ceria serta pemberani. Dialah Maryam. Bersama Maryam Lail mendapatkan banyak pengalaman. Termasuk pengalaman yang mematik jiwa sosial dan patriot saat mereka masuk dalam organisasi  relawan.


Meski tidak bersama,  Lalil tetap bisa bertemu Esok karena Esok rutin datang  demi  memberi perhatian pada sahabatnya itu. Ibu Esok kembali ke rumahnya sambil membuka toko bakery. Sampai setelahnya pertemuan rutin itu tidak bisa dilakukan lagi karena Esok yang pintar harus pindah ke kota untuk melanjutkan sekolah di Universitas ternama.


Lail bersama Maryam menikmati kegiatan mereka menjadi relawan, sampai mereka mendapat pengalaman berarti yang membuat mereka jadi pahlawan bagi banyak orang dan menjadikan mereka orang teristimewa, relawan dengan penghargaan tertinggi.


Lail dan Maryam kemudian melanjutkan sekolah sebagai perawat dan Esok mengerjakan proyek luar biasa untuk menyelamatkan penduduk bumi dari bencana buatan manusia.


Prediksi Esok tepat, ternyata ketika iklim di bumi tidak terkendali, para petinggi negara berlomba lomba mengirimkan pesawat ulang-aling dengan menyemprotkan gas anti sulfur dioksida di lapisan stratosfer yang membuat iklim berangsur pulih namun masalah baru muncul, yang membahayakan kehidupan manusia.


Esok dengan teknologi ciptaannya bermaksud mengirimkan penduduk bumi ke planet  lain yang lebih aman. Namun sayangnya penduduk yang dapat pergi tidak semua, mereka harus dipilih secara acak. Esok yang saat itu punya 2 tiket untuk pergi akhirnya tiket tersebut jatuh pada ibunya dan Claudia, anak orang tua adopsi Esok yang Lail cemburu. Di sini terjadi kesalahpahaman yang membuat Lail berpikir Esok tidak peduli  lagi padanya. Lail ingin menghapus segalanya tentang Esok. Maryam merasa sedih Lail ingin melakukannya. Esok mengetahuinya dan dia berusaha keras agar Lail tidak melakukannya. Lail sudah dalam tahap puncak penghapusan memory, akankah kenangan Lail tentang Esok menjadi hilang?


 

Kelebihan Novel Hujan Karya Tere Liye

           Novel Hujan karya Tere Liye ini sangat menarik. Cerita didalamnya sarat akan nilai-nilai kepedulian dan keberanian. Ditambah pemaparan imajinasi teknologi tingkat tinggi di tahun 2050. Plot-twist yang dimunculkan membuat pembaca larut dan penasaran untuk terus membacanya. Dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami membuat novel ini asyik untuk dinikmati.


 Kekurangan Novel Hujan Karya Tere Liye

           Sayangnya tokoh Lail dalam novel ini mempunyai karakter kurang kuat. Selain itu dimunculkannya bencana dan peristiwa tidak mudah dihadapi manusia, namun Tere Liye tidak menempatkan para tokoh itu untuk berdoa dan meminta petunjuk pada yang Kuasa. Semua hanya fokus pada nilai rasa manusia dan teknologi.