Follow Us @soratemplates

Tuesday, January 12, 2021

Task 13 Berbenah Halaman

January 12, 2021 0 Comments

 

Kali ini tugas berbagi pengalaman berbenah halaman rumah. Halaman rumah saya lumayan luas. Sisi timur ada taman kecil-kecilan yang ada beberapa tanamannya. Sisi tengah ada pohon kelengkeng yang sudah lumayan tinggi dan produktif berbuah sedang sisi baratjalan masuk kendaraan menuju garasi.

  

Berbenah minggu ini sangat santai sekali. Mengapa? Karena halaman saya ya hanya halaman saja. Berupa halaman dengan pavling yang pastinya tiap hari disapu. Kami, tepatnya saya dan suami mencabuti rumput juga gulma yang muncul di beberapa tanaman. Suami merapikan tanaman, memangkasi juga membentuk daun-daunnya biar lebih bagus. Anak kami juga ikut bantuin membersihkan halaman. Ibunya jadi bingung apa yang mau dikerjakan , jadi ya udah saat itu saya hanya jadi tukang dokumentasi saja, hehehe..

 

  Hambatan dalam berbenah

  

Hambatan   dalam   berbenah   halaman   rumah bisa dikatakan hampir tidak ada, sedikit saja ada di bagian garasi. Jadi di ruangan itu pojok atasnya ada  2 sarang burung walet. Burung-burung itu datang sendiri sejak kami pindah di rumah itu 9 tahun silam. Meski tidak menganggu tapi dibawahnya selalu ada kotoran burung yang melekat di lantai. Ya seperti biasa kami sapu dan sedikit dipel meskipun pasti akan ada terus kotorannya.

 

  Pirnsip RASA

 

 Untuk R A S A coba saya kupas  satu per satu apakah sudah dipenuhi semua atau belum, berikut  prinsip RASA menurut saya untuk halaman rumah :

 

 Rapi dan Teratur

 

 Sedikit barang hanya ada satu set meja kursi santai dan  tanaman di halaman. Pohon tidak dibiarkan daunnya menjorok ke jalan agar daunnya tidak mengotori jalan atau rumah tetangga. Tanaman dalam pot serta tanaman pot gantung  kesemuanya ditata dengan rapi. Pada beberapa tanaman pot gantung itu pun tidak dibarkan menjuntai terlalu berlebihan agar tetap terlihat teratur..

  

Aman dan Nyaman

 

Mobil  dan  motor  diparkir  di  dalam  pagar  (carport)  yang saat  malam  hari  terkunci,  tidak  kehujanan atau pun kepanasan di siang harinya. Kami punya sedikit halaman juga di belakang rumah di bawah tangga yang atasnya kami pakai untuk lahan menjemur pakaian.

  

Sehat dan Bersih

 

Teras  dan  halaman  selalu  disapu  setiap  hari,  di pojoknya ada satu tempat sampah yang seringnya kosong. Suami suka membuang sampah tiap hari. Saya pun sedang  memanage sampah meskipun belum  begitu ideal. Jadi sampah dapur sisa makanan langsung saya buang di pekarangan samping karena di situ tempat reuniannya para ayam juga kucing punya tetangga. Mereka senang sekali kalau saya datang bawa sisa makanan buat cemilan main mereka, hehehe...sedang limbah dapur seperti sayuran, buah, biasa suami potong-potong untuk makanan burung piaraan dia jumlahnya lumayan banyak. Dia buat kelompok burung itu dalam koloni di lantai dua.

 

 Alami dan Berkelanjutan

 

Halaman kami tanami pohon kelengkeng yang produktif berbuah 2x dalam setahun. Lumayan muncul buahnya bisa sampai 25 kilo. Karena seringnya panen saat menjelang lebaran,  tepat sekali kami bagikan buat pengganti parcel,hehehe...Beberapa yang lain cabe, daun salam, seledri, yang kesemuanya kami tanaman dalam pot.

 

Beberapa tahun sebelumnya malah taman kami yang tidak begitu luas itu kami tanami sayur-sayuran. Cabe, lombok, seledri, dan bayam yang hampir memenuhi seluruh taman. Pada akhirnya kami capek sendiri karena kami yang masih  keluarga kecil di rumah hanya bertiga konsumi sayurnya pastilah tidak banyak. Hampir setiap pekan mencabuti bayam dan mengikatnya sampai belasan karen akalu tidak populasi bayamnya akan merajalela. Kemudian kami ketuk pintu tetangga satu-persatu buat ngasih itu bayam. Nggak enak juga maksa tetangga makan bayam terus apalagi lihat  tukang sayurnya jadi senewen. Cabenya juga karena panen banyak jadi sering mubadzir cabenya pada kering. Akhirnya kami babat itu pohon bayam dan cabe semuanya. Bayam dan cabe itu akhirnya sekarang berganti jadi rumput gajah mini.

 

Untuk komposter, saya belum bisa buat karena takut suami keberatan kalau jadi bau atau rumah jadi keliatan kumuh. Jadi ya itu sisa makanan buat hewan peliaharaan tetangga dan peliharaan sendiri.

 

Di taman seharusnya dibuat lubang biopori. Sudah saya pikirkan nunggu disetujui suami atau tidak. Kedepannya pingin nanam sayuran lagi yang banyak tapi dalam pot-pot saja biar lebih rapi.

 

 




Halaman jaman dulu







#Task13GP
#gemarihalaman
#gemaripratama
#gemaripratama4
#GP4kelasX (isi angka kelasnya)
#menatadirimenatanegeri
#berbenahalaIndonesia
#gemariclass
#metodegemarrapi
#segemariitu
#indonesiarapi
#serapiitu
#gemarian

Saturday, January 2, 2021

Task 12 Kamar Mandi

January 02, 2021 0 Comments

PENGALAMAN BERBENAH

 

Program berbenah kali  ini adalah berbenah kamar mandi. Kamar mandi saya ada 3. Kamar mandi dalam kamar, kamar mandi utama dan kamar mandi dekat tempat laundry.

 

Kesemuanya tidak sama. Kalau kamar mandi dalam, seringnya dipakai saya. Luasnya cukup lumayan. Sedang dua kamar mandi lainnya luas standar dan masih memakai WC jongkok. Kamar mandi tersebut sudah ada 3 sejak rumah kami beli. Karena menurut kami sudah cukup bagus dan nyaman, jadi tidak banyak  yang dirubah .

 

A.    Gambaran kamar mandi ideal yang saya idamkan

 

Saya datang dari keluarga sederhana. Memiliki kamar mandi lebih dari satu itu sesuatu banget. Suami pernah menawarkan apakah kamar mandi  spesial buat saya yang dalam  kamar itu ingin dirubah sesuai yang saya inginkan?

 

Saya bilang tidak. Itu sudah buat saya nyaman. Sebenarnya kalau ditanya kamar mandi yang saya idamkan pastilah yang mewah seperti kamar mandi artis, hehehe. Kamar mandi yang ada corner bathttub dengan penyekat kaca jadi lantai selalu kering.  Ada wastafel yang dihiasi bunga-bunga cantiknya juga.  Namun ketika suami bertanya lagi, pada akhirnya tidak tega juga meminta lebih. Jadi kamar mandi sekarang yang sudah ada WC duduk, kemudian bak mandi bersih dengan lantai dan dinding berwarna putih bersih sudah cukup buat saya.

 

Entah kalau suatu saat benar-benar ada kelebihan rejeki dan beliau mewujudkan kamar mandi yang saya idam-idamkan, pastilah saya menerima dengan senang hati, hehehe...

 

B.     Hambatan dalam berbenah kamar mandi

 

Hambatan dalam berbenah kamar mandi dan toiletries sebenarnya    tidak    terlalu    berarti. Membersihkan  lantai  kamar  mandi, bak kamar mandi, dan  kran/shower pun cukup mudah. Sementara ini saya masih memakai sitrun atau yang biasa dikenal dengan nama’ sari kecut’. Saya sudah lama tidak menggunakan produk kemasan yang jual di toko seperti Vix*l. Hanya pakai itu saja kalau baking soda habis.

 

Untuk kamar mandi spesial saya yang berada  dalam kamar itu, kebetulan lantai, toilet duduk dan dinding berkeramik putih dengan warna yang masih bagus. Jadi sangat mudah saat membersihkannya. Namun tidak dengan kamar mandi di luar. Kamar mandi yang biasa dipakai suami dan anak saya itu meski menurut saya bersih, tapi tetap  keramik di bak , di dinding dan lantai tidak kinclong putihnya, sedikit tampak kecoklatan. Kata suami meski digosok pakai apapun tetap saja sama karena itu keramiknya sudah lama. Pengin direnovasi lagi tapi masih sayang, karena semuanya masih bagus dan kokoh. Makanya untuk menyiasatinya saya pasang wall stiker figure ‘Hello Kitty’ biar ada lucu-lucunya dikit. Sedang kamar mandi dekat laundry sangat sederhana sekali. Dipakainya jarang. Hanya ada shower, ember kecil dan keran saja.

 

Alhamdulillah ketiga kamar mandi kami sudah ada ventilasi yang cukup memaadai. Saya tidak memakai pewangi kamar mandi. Kamar mandi dalam hanya saya taruh tanaman sirih gading.

 

C. Ditinjau  dari  Checklist  RASA  ada  beberapa  hal  yang belum terpenuhi. Hal tersebut antara lain :

 

•Rapi & Teratur

Kamar mandi   luar   sering berantakan karena terkadang ada shampoo sachet yang meski sudah habis sampahnya masih berada di situ. sabun    dan    shampo    berantakan posisinya dan masih kurang bersih menyiram saat  BAK.

 

•Aman & Nyaman

Kamar mandi kami tidak ada   shower   curtain   atau   pembatas   untuk memisahkannya jadi seringnya lantai  licin dan jarang kering.

 

•Safety & Higienis

Kamar   mandi   luar   lantainya   sering   basah jadi harus berhati-hati agar tidak terpeleset

 

•Alam & Berkelanjutan

 

Saat ini kami masih menggunakan sabun, shampoo juga pembersih lantai yang belum alami. Sekarang sedang belajar eco enzyme. Semoga ke depan bisa menerapkan sustainability yang ramah lingkungan.

.

 

D.Kebiasaan   baik   yang   sudah   kami   kerjakan   untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan toiletries yaitu :

 

-         Menjaga  kebersihan  toilet,  menyiram  toilet  dan lantai hingga bersih setelah BAK dan BAB

 

-         Membiasakan     mengembalikan     toiletries     ke tempatnya  setelah digunakan

 

-         Tidak meletakkan handuk dalam kamar mandi dan menjemurnya   di   luar   kamar   mandi   agar kering dan tidak lembab

 

-          Deep   cleaning kamar   mandi   seminggu   sekali. Kami  menyikat   lantai,   toilet,  dinding kamar mandi,  pintu,  area  toiletries  dan  kran.

-          

#TTask12GP #gemarikamarmandi #gemaripratama #gemaripratama4 #GP4kelasX (6) #menatadirimenatanegeri #gemariclass #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu #gemarian


Sunday, December 20, 2020

Task 11Berbenah Kamar Tidur dan Ruangan Lainnya

December 20, 2020 0 Comments

 

 Task 11 Kamar Tidur dan Ruangan Lainnya

A. Ada beberapa ruang dalam rumahku. Semua ruang itu InsyaAllah sudah sesuai dengan fungsinya masing-masing. Ruang tamu, ruang keluarga yang berseberangan dengan ruang makan, kamar utama, kamar anak dan kamar untuk mushola kecil, dapur dan kamar belakang yang dipakai untuk gudang.


B.Hambatan  dalam  berbenah  ruangan-ruangan  yang  ada di    rumah. Sebenarnya tidak banyak hambatan yang berarti karena dari awal sudah mulai declutering di semua ruang. Kalau ada sedikit paling kamar anak, ya. Karena anak saya yang masih baru beranjak 8 tahun suka buat kamarnya jadi showroom. Segala barang koleksi dia, terutama kerang-kerangan yang dicari di pantai dia gelar di meja belajar. Untunglah setelah dijelaskan boleh disimpan asal punya rumah alias masuk dalam box , dia mau ngikutin.


C.Tingkatan  dalam  berbenah  ruangan  dimulai  dari kamar utama, kamar anak, ruang tamu dan ruang keluarga.  


Ruang yang paling mudah dibersihkan adalah ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan. Kamar utama dan kamar anak juga sebenarnya tidak terlalu  susah karena  sudah biasa mengerjakannya.  Ada ruang yang lumayan masih belum puas dibersihkan, yaitu ruang  sholat. Saya katakan demikian karena pekan ini belum sempat cuci karpetnya. Jadi hanya kami bersihkan disapu dan pel saja. Seharusnya dibersihkan pakai vacuum cleaner, tapi kami belum punya. jadi hanya dibersihkan biasa saja.


Berbenah 2 kamar tidur, yaitu kamar utama dan kamar anak kami lakukan seperti kebiasaan setiap hari, yaitu ganti sprei, sapu dan pel dari kolong ranjang sampai keluar kamar. Selanjutnya decluttering barang di lemari dan meja rias. Sebelumnya decluttering lemari pakaian sudah dilakukan beberapa pekan yang lalu jadi kami decluttering meja rias saja membuang tempat skincare yang sudah habis. Sebelumnya di atas meja rias ada beberapa skincare, parfum, dan beberapa buku yang  suka saya baca sebelum tidur. Biar tampak lega semua skincare saya masukkan ke laci  meja setelah laci dibersihkan dan dibenahi. Untuk kamar tidur anak, stelah kami bersihkan sapu dan pel, ganti sprei kemudian decluttering barang printilan di meja belajarnya.


Ruang keluarga kami berdampingan dengan  ruang makan. Di ruangan tersebut ada  meja kerja, set sofa dan set meja makan. Kami sapu dan pel serta bersihkan sofa, meja kerja, serta set meja makan. Saya usahakan di atas meja tidak banyak barang kalau bisa bersih. Biar terlihat lega.


Setelah berhasil membenahi ruanganruangan yang ada di  rumah,  rumah  terasa  lapang,  bersihdan  nyaman sehingga  betah  berlama-lama  di  rumah,  terutamadi kamar. Aktifitas di rumah juga menjadi lebih mudah dan efisien.


Kebiasaan baik yang sering kami lakukan:


Kamar tidur: Menata bantal, melipat selimut, membersihkan dan merapikan setiap bangum tidur. Saya sapu dan pel setiap hari. Kebiasan setiap pekannya mengganti sprei dan selimut.


Ruang tamu: menyapu, mengepel, merapikan dan mengelap set meja kursi setiap hari.


Ruang keluarga dan ruang makan: menyapu, mengepel, merapikan dan mengelap set meja kursi setiap hari.


Foto sebelum dibenahi dari ruang tamu, kamar utama dan kamar anak


Foto sesudah berbenah dari ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur anak dan kamar utama

#Task11GP 

#gemarikamar

#gemaripratama

#gemaripratama4

 #GP4kelasX (6)

 #menatadirimenatanegeri

 #gemariclass 

#metodegemarrapi

 #berbenahalaIndonesia

 #indonesiarapi

 #serapiitu

 #segemariitu

 #gemarian

Sunday, December 13, 2020

Task 10 Benda Kenangan

December 13, 2020 0 Comments

 

Berbenah benda kenangan. Saya agak bingung mencari tahu barang apa di rumah yang sebenarnya tidak terpakai dan hanya disimpan sebagai benda kenangan.

Di rumah saya ada beberapa album foto pernikahan. Ini tentunya  jadi kenangan yang manis. Lalu ada beberapa pakaian anak ketika masih bayi dan balita. Ada juga beberapa sepatu, ada 2 sepeda kecil, dan mainan kuda-kudaan.

 

 Awalnya sempat berpikir disimpan dulu saja siapa tahu buat adiknya nanti. Kemudian sadar bahwa untuk apa menyimpan barang yang tidak dipakai. Kalaupun Allah memberi anak lagi dan butuh barang-barang semacam itu, InsyaAllah yakin nanti bisa beli lagi barang yang lebih up to date dan lebih bagus. Ke semua barang yang saya sebutkan tadi sudah dihibahkan ke beberapa saudara dan tetangga.

 

Kriteria Seleksi Decluttering Benda Kenangan

1.    Sudah tidak dipakai

2.    Rusak

 

 

Barang sentimentil punya saya dan suami bisa dikatakan sedikit. Suami paling tidak suka menyimpan barang tidak jelas kegunaannya. Beliau suka decluttering dan tanpa sepengetahuan saya tiba-tiba barang itu lost pindah ke pekarangan samping rumah biar sengaja diambil tukang rongsok atau pemulung.

 

Karena itu saya juga ikut-ikutan. Terhitung barang sentimentil punya saya yang sebenarnya tidak terpakai adalah baju kebaya nikah pemberian mertua. Entahlah masih sayang. Masih kepikiran dipermak biar bisa dipakai saat acara tertentu. Barang sentimentil milik saya yang lain adalah perlengkapan umroh dan pernak pernik yang saya beli saat di Mekah

 

Perlengkapan umroh berupa baju gamis besar, khimar-khimar besar, kaos kaki wudhu, penutup telapak tangan masih saya simpan rapi karena kebetulan ibu saya berniat umroh . Barang-barang tersebut saya simpan siapa tahu ibu saya butuh.

 

Sedangkan pernak-pernik dari Mekah yang masih saya simpan berupa gantungan kunci simbol kota Mekah dan pernak pernik negara lain baru beralih tangan beberapa saja. Saya suka memberi hadiah anak didik saya jika mereka mendapat nilai bagus saat tes. Itu saya simpan buat merchandise rewards mereka.

 

Proses Organising

 

Barang kenangan yang saya sebutkan tadi saya tempatkan di tempat yang seharusnya. Perlengkapan umroh saya bungkus dalam plastik baju lalu masuk ke dalam box. Sedangkan merchandise dari Mekah saya masukkan ke dalam kotan dan taruh dalam laci. Sewaktu-waktu pasti saya keluarkan dan akan saya beri buat anak didik saya.

 

Kebiasaan terkait barang kenangan

1.    Terbiasa declutter barang yang sudah dipakai

2.    Merawat barang yang sedianya akan dipakai kembali.



      #Task10GP
#gemaribendakenangan
#gemaripratama
#gemaripratama4
#GP4kelasX (isi angka kelasnya)
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#berbenahalaIndonesia
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#gemarian

Task 6 ( Dapur 1)

December 13, 2020 0 Comments

 

Dalam proses decluttering dapur ini saya membuat beberapa sub kategori. Sub kategori tersebut adalah:

1.  Peralatan makan (piring, mangkuk, gelas, cutlery)

2.  Peralatan masak (panci, teflon,kukusan, sutil

3.  Peralatan kebersihan (keset, lap, serbet)

4.  Peralatan   elektronik   (magic   jar,   blender, oven listrik, mixer)

5.  Peralatan baking (loyang, cetakan kue, oven kompor)

6.  Bahan makanan (gula, garam, tepung, minyak, kecap, dll)

7.  Set pisau

8.  Kotak bekal dan botol anak

Alasannya adalah agar rapi, mudah saat mencari juga terkesan lebih mudah ditata.

 

Dalam memenuhi menu keseharian keluarga, saya berusaha menyediakan makanan  yang  sehat  dan  bergizi dan dengan cara  memasak  sendiri.  Ini yang biasa saya lakukan:

 

  • Saya terbiasa belanja bahan makanan untuk satu pekan. Saya usahakan pergi ke pasar saat weekend untuk belanja kebutuhan makanan.  Seafood, ayam, beberapa jenis sayuran hijau, buah-buahan, bumbu-bumbu, tahu, tempe dll untuk 1 pekan

 

  • Bahan-bahan makanan tersebut dimasukkan dalam kulkas dengan cara pengawetan yang pernah saya pelajari di kelas pawon. 

 

 

  • Karena kami masih keluarga kecil hanya bertiga, jadi stok makanan ditulis dan ditempel di pintu kulkas agar jangan sampai mubadzir jadi busuk tidak dimasak. Terkadang saya tulis sekalian menu  harian yang akan dimasak. 

 

  • JIka banyak sisa bahan dalam satu pekan saya masak dalam jumlah besar, Bismillah, saya sedang belajar merutinkan buat program Jum’at berkah.

 

·         Setelah melakukan decluttering saya merasa barang-barang yang ada sedikit berlebihan yang membuat sumpek. Barang yang paling banyak adalah gelas, cangkir, baskom plastik. Gelas dan cangkir ada banyak karena sengaja disimpan saat ada arisan atau pengajian di rumah biar tidak usah pinjam tetangga. Sedang baskom plastik banyak karena itu dikasih tetangga saat mereka kenduri atau hajatan, Kebiasaan masyarakat sekitar saya yang pakai baskom plastik sebagai  box atau besek makanannya. 

 

 

·         Barang yang sering digunakan peralatan makan minum, peralatan masak panci set dan penggorengan, serta baskom untuk membersihkan makanan. Peralatan elektronik yang sering dipakai magic jar, blender, food processor serta mixer. Alat pemanggang oven satu set. Alat yang belum pernah dipakai yaitu juicer. Ternyata ribet karena sudah pakai blender.

  

Penyeleksian barang dalam decluttering:

1.  Peralatan masih dipakai

Peralatan ini berupa peralatan masak yang pasti dipakai, set panci penggorengan, tempat makan dan minum. Peralatan elektronik yang pasti dipakai seperti magic jar, blender, food processor, dll.

2.          Peralatan pasti dipakai di acara-acara tertentu.

Beberapa peralatan yang tidak dipakai sehari-hari namun pasti dipakai saat-saat tertentu seperti peralatan baking karena harus buat kue, panci dan wajan ukuran besar yang pasti dipakai masak banyak saat ada saudara datang.

Sedang peralatan yang tidak masuk seleksi sudah saya declutter beberapa waktu yang lalu, yaitu beberapa panci yang sama ukurannya yang kemungkinan tidak dipakai. Tempat sayur, 1 lusin gelas kaca hadiah saat reuni yang tidak saya pakai,  baskom-baskom plastik serta tempat makan/toples yang tidak saya pakai. Barang tersebut saya hibahkan ke tetangga. 




Barang- barang terpilih

Saya  pisahkan  berdasarkan  seberapa  sering  dipakainya. Untuk peralatan makan, peralatan masak dan peralatan elektronik  yang  setiap  hari digunakan  disimpan dalam  kitchen  set dan di rak piring dalam dapur.  Hal ini memudahkan saya dan anggota keluarga saat akan dipakai. 

Untuk barang -barang yang jarang digunakan seperti gelas, cangkir untuk jamuan saat banyak tamu saya letakkan di lemari khusus, kebetulan saya taruh dalam lemari kaca. Beberapa ada yang saya masukkan dalam kardusnya agar tidak pecah. Panci , wajan besar serta oven saya masukkan dalam kitchen set bawah.

Untuk bumbu dan  bahan makanan kering, saya simpan dalam pantry/kitchen  set atau laci di  meja  dapur.

 

Tidak ada kendala berarti karena dapur kami yang ukurannya kecil memang semestinya hanya ada barang yang pasti dipakai. 

                            SEBELUM          SESUDAH

 





 Analisa Rasa

 Rapi dan Teratur 

Penataan barang-barang di dapur ditempatkan sesuai sub kategori  agar mempermudah dalam sirkulasi saat mengambil barang. Alat masak yang biasa dipakai digantung diluar. Alat masak yg jarang dipakai ditaruh di kabinet bagian bawah. Alat makan disimpan bersama alat makan lainnya, container box dan lunchbox disimpan dalam 1 tempat. Semuanya jadi lebih rapi dan teratur.

Sehat dan Bersih 

Penataan dengan barang sekitar dapur hanya ada yang terpakai saja memudahkan saya untuk menjadikan barang tersebut jadi selalu bersih. Tentunya dapur jadi tidak sumpek dan sehat karena terhindar dari binatang yang suka di tempat kotor. 

Alami dan Berkelanjutan. 

Dalam proses pengerjaanya saya menggunakan baking soda dan sedikit cairan pencuci piring. Ke depan saya sedang belajar membuat ecoenzyme yang benar-benar yang dipakai secara alami dan berkelanjutan.

 #Task6GP

#gemaridapur

#gemaripratama #gemaripratama4 #GP4kelasX (isi angka kelasnya) #menatadirimenatanegeri #gemariclass #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu #gemarian

.