Follow Us @soratemplates

Monday, August 27, 2018

The Lovebirds


The Lovebirds
Let The Pretty Birds Tell Your Fortune
Jika kamu seorang bocah dan kamu ingin tahu bagaimana keberuntunganmu  nanti, maka kamu bisa datang ke Dinah, seorang nenek tua yang biasa berada di atas trotoar sudut jalan. Dia  terkenal sebagai  tukang ramal dibantu oleh beberapa burung  lovebird cantiknya dalam sangkar. Dan kapanpun kamu ingin  melihat “keberuntunganmu”  maka kamu  harus membelinya dengan uang satu sen, lalu si Dinah yang  tua itu akan berkata, “ Taruh jarimu didalam sangkar burung itu,bocah!” dan ketika seorang bocah melakukannya, maka salah satu dari dua lovebird itu akan melompat keluar sangkar  dengan salah satu kepakan sayapnya hinggap di jari si bocah. Kemudian  Si Dinah  tua itu akan  mengeluarkan sebuah bungkusan berisi  kartu keberuntungan dalam lipatan kertas kecil dengan warna pink, hijau, ungu, biru dan kuning yang selalu tergantung diluar pintu kandang burung. Dan lovebird yang sangat mengagumkan itu akan mengambil salah satu kartu keberuntungan  itu dengan paruhnya yang melengkung  untuk diambil sang bocah. Tetapi bagaimana mungkin burung tersebut bisa tahu keberuntungan yang pas untuk anak yang tepat.
“ Nah...yang ini untuk Marion”
“ yang ini untuk Cyril”
 ini untuk Helen dan yang  ini untuk Hugh”
Semua anak mendongakkan kepala mereka pada lipatan kartu warna untuk melihat keberuntungan apa yang mereka dapat.
“ Keberuntungan  apa yang kau dapat Marion?”
    Yeey...Aku akan  menikah dengan raja. Yang ini berwarna ungu. Bagaimana denganmu Cyril”
“Aku dapat yang hijau. Aku akan melakukan perjalanan panjang keliling dunia. Kalau kamu helen”katanya dengan riang
“ Aku dapat yang kuning” kata helen.  Aku akan punya anak tujuh”, Bagaimana denganmu Hugh?
“ Lihat! aku dapat yang biru, aku akan sukses di semua bisnisku” katanya dengan bangga
Tetapi Susan Brown, seorang gadis miskin yang tinggal dekat jalan, hanya bisa memandang dan mendengar celoteh riang  bocah-bocah dengan “keberuntungan” yang mereka dapat.
Oh..betapa senangnya mendapatkan sebuah keberuntungan. Jika saja dia punya uang satu sen, ah...dia tidak punya uang satu sen, bahkan uang yang lebih kecil dari satu sen pun dia tidak pernah punya.
Suatu hari ketika bocah-bocah sudah pergi dan si dinah tua  sedang beristirahat, suatu hal yang menakjubkan terjadi.  Satu pintu kandang lovebird terbuka dengan tidak sengaja dan salah satu burungnya keluar, dinah yang tua itu tetap saja tidur pulas disamping sangkar, tidak melihat apa yang terjadi,  tetapi Susan Brown, gadis itu melihat dan memandang secara seksama. Seekor lovebird melompat keluar dan mengibaskan sayapnya ke trotoar. Susan melihat burung itu jalan dengan kaki terkekang dan saat itu juga dia melihat seekor kucing sedang meringkuk di bawah trotoar. Susan terhentak secara reflek dia melompat yang membuat kucing itu juga kaget. Susan melompat dan berteriak mengusirnya”Husyahh’...
Kucing itu lari tunggang langgang. Susan menurunkan tangannya dan hinggaplah si burung cantik itu di jemarinya. Melihat burung cantik hinggap dijemarinya adalah suatu anugerah bagi dia. Itu adalah suatu hal yang paling menyenangkan dalam hidupnya.  Dan bukan itu saja, saat dia akan memasukkan burung cantik itu ke dalam sangkarnya, burung tersebut menggunakan paruhnya untuk mengambil kartu keberuntungan berwarna pink dan memberikannya kepada susan.
Dia tidak percaya itu terjadi, tapi ya itu benar-benar nyata terjadi. Dia menaruh burung lovebird tersebut di dalam sangkar dan pergi membawa kartu keberuntungan di tangannya dengan hati yang berbunga-bunga.
Beberapa tahun kemudian Marion, Cyril, Helen dan Hugh berhenti sekolah. Mereka telah kehilangan “keberuntungannya” sejak lama. Marion menikah dengan ahli kimia dan Cyril hanya duduk sibuk sepanjang hari bekerja diatas meja kantor yang susah untuk dia tinggalkan. Helen tidak menikah dan hugh hanya menjadi pengangguran saja di rumah.
Tetapi Susan Brown, ya seorang gadis miskin yang tidak pernah punya uang itu, selalu membawa “keberuntungan” yang dia dapat dalam hidupnya. Setiap hari dia  menaruh “keberuntungan” di dalam sakunya dan pada saat malam tiba menjelang tidur, “keberuntungan” itu dia taruh dibawah pipinya. Dia tidak tahu apa yang tertulis didalamnya karena dia tidak bisa baca. Yang dia tahu hanya dia sangat beruntung mendapatkan kartu keberuntungan berwarna pink tanpa harus membelinya.

Adapted from “The Little Bookroom”


No comments:

Post a Comment