Follow Us @soratemplates

Wednesday, September 12, 2018

Reward Atau Suap? Kasih Imbalan Untuk Anak perlu Strategi!


                                                                       Foto: bp-guide.id

Pernahkah kamu meminta anak agar  menunjukkan sikap terpuji atau memotivasi untuk meraih prestasi  dengan memberi iming-iming sesudahnya? Sebagai contoh, saat Kamu menginginkan anak untuk merapikan mainannya lalu berkata “ Ayo rapikan dulu mainannya, nanti Bunda belikan  mainan baru,” atau menyuruh agar belajar tekun dengan janji akhir pekan diajak jalan-jalan.
Meski bermaksud  baik untuk memotivasi dan mengharapkan anak berperilaku baik berulang-ulang, namun jika ini menjadi kebiasaan berdampak negatif pula.  Alih-alih bertujuan baik, salah strategi dalam memberi hadiah  atau imbalan, malah mengajarkan  anak memberi “suap”.  Untuk itu kita perlu belajar  apa dan bagaimana cara memberi reward yang benar . Beruikut ulasannya!

Kenali Perbedaan Reward dan Suap

Baik bagi Kamu untuk mengenali perbedaan hadiah dan suap terlebih dahulu. Jika sesuatu  diberikan karena  anak melakukan hal positif secara tulus, bukan karena iming-iming dan ada proses mendidik bagi mereka iitulah yang disebut reward atau imbalan. Namun sebaliknya jika anak melakukannya secara instan karena iming-iming tersebut, dalam artian  tidak ada proses pemahaman kebaikan untuk dirinya itu bisa dikatakan “suap.”

Strateginya bisa seperti ni Dears,  misalnya saat Kamu ingin anak membersihkan dan merapikan mainannya, alangkah lebih baik jika beri penjelasan terlebih dahulu  kebaikan dan keuntungan yang didapat kalau anak melakukan hal tersebut. Lihat proses yang berjalan sampai anak konsisten melakukannya. Ketika hal itu terjadi barulah reward diberikan. Untuk itu kita harus bersabar, ya, Dears!

Hadiah Tidak Harus Berupa Materi

Sejatinya reward atau hadiah adalah segala sesuatu yang menyenangkan anak. Jadi  itu tidak selalu  harus berupa materi. Reward bisa kita berikan berupa guntingan gambar bintang, pelukan hangat, acungan jempol, atau pun pujian. Semua itu tentunya sesuai dengan kebutuhan anak. Contoh jika anak biasa mendapat pujian, maka kamu bisa beri guntingan gambar bintang atau  hanya dengan menemani bermain lebih lama. Meski sederhana tetapi  itu membuat anak senang.

Berikan Hadiah Sebagai Kejutan Bukan Kebiasaan

Jangan menjadi kebiasaan sedikit-sedikit memberi hadiah saat anak melakukan hal terpuji, namun berikan itu sebagai kejutan. Misalkan ketika selama sepekan kita melihat anak banyak membantu  atau belajar  lebih tekun, kasih  dia kejutan dengan menjemputnya di sekolah dan mengajak  makan bakso. Beri penjelasan kalau kita bahagia dan bangga karena perilakunya. Hal itu tentu akan membekas dalam diri anak di kemudian hari.

Sesekali Beri Peran Anak Untuk Memilih Reward

Saat proses kebaikan muncul atau kemampuan anak tercapai dan terlihat konsistensinya, sesekali berikan kesempatan anak untuk memilih hadiahnya sendiri. Kamu bisa memberikan pilihan reward yang sesuai dengan kesempatan dan bujet yang ada.

Bagaimana  Dears, tidak sulit, bukan? Dengan reward dan strategi yang tepat dapat meningkatkan perilaku positif anak. Agar anak juga tidak materialistis nantinya, perlu ditekankan bahwa apa yang dilakukan harus secara tulus karena untuk kebaikan mereka sendiri. Dan semuanya perlu proses, jadi  diperlukan kesabaran dan konsistensi kita dalam memberi keteladan buat anak, ya, Dears!

No comments:

Post a Comment