Follow Us @soratemplates

Saturday, October 20, 2018

Belajar dari Ibu Malin Kundang

October 20, 2018 0 Comments

Sobat, sudah pernah mendengar kisah tentang Malin Kundang? Cerita  Malin si Anak Durhaka yang awalnya pintar dan  patuh terhadap ibunya.  Namun sayang setelah sukses, dia malu dan  tidak mau mengakui  ibunya sendiri. Si Ibu yang sakit hati akan perlakuan anaknya, kemudian berdoa dan mengutuk Malin jadi batu.

 “ Tuhan,..jika dia memang benar dia anakku, kutuklah dia menjadi batu...” begitu kira-kira doa ibu si Malin. Kemudian apa yang terjadi, JUEDER!!! Suara petir menggelegar sebagai tanda bahwa Tuhan mengabulkan doa si ibu. Kapal  Malin yang sedang ditumpangi terbalik dan akhirnya dia pun berubah menjadi batu.

Nah, sobat, seperti di buku cerita yang sudah ada, terdapat nilai moral yang disematkan untuk anak.  Jadilah anak yang baik, tidak boleh durhaka dan selalu patuh pada orangtua. 

Pernah berpikir nda sih, Sob? Meski benar nilai moral tersebut,  namun menurut saya akan lebih baik jika ditujukan bukan hanya untuk anak saja namun juga untuk Ibunya juga.

Belajar dari Ibu Malin Kundang, seorang Ibu seharusnya bisa bersabar saat menghadapi anaknya yang sedang salah arah. Jika yakin kalau Allah akan mengabulkan seorang yang terdzolimi, maka berdoalah yang baik-baik untuk dirinya sendiri juga untuk anaknya. Mungkin jika Ibu si Malin berdoa seperti ini ” Ya..Tuhan!! Jika dia benar anakku, maka sadarkanlah dia, kembalikan dia padaku, ijinkanlah kami hidup bahagia, terima kasih Tuhan!!” maka yang terjadi mungkin sebaliknya. Malin sadar akan kesalahannya. Dia meminta maaf kepada ibunya dan akhirnya merekapun hidup bahagia.

Sobat, Jika kita refleksi diri, terkadang kita secara tidak sengaja sering berucap sesuatu hal yang tidak baik saat emosi menghadapi anak, benar tidak?. Mungkin kita pikir itu hanya sesuatu yang biasa saja saat kita ucapkan, namun hati-hati, bisa jadi itu adalah sebuah doa.

Saya masih ingat,  dulu sewaktu anak saya masih bayi, saya sering tidak sabar menghadapi tangisan dan  tantrum anak saya. Subhanallah,  tantrumnya susah dikendalikan bisa dikatakan suaranya sampai terdengar 2 RT. Ini bukan cerita karangan belaka lho!, benar anak saya sudah terkenal sejak bayi karena suaranya yang memukau. Sampai-sampai suatu saat ada ibu yang heran dan berkata “ Oh, ini toh anaknya yang suka nangis, padahal lucu ya.”  

Sebel nggak sih, Sob! Dan disaat itu tanpa sengaja saya sering berucap “ nangis terus..nangis terus..rewel banget sih kamu!”

Ibu saya yang mendengar langsung berujar” Astaghfirulloh Ta..ta..pantas anak kamu rewel. Sukanya nangis terus, lha wong kamu berdoa seperti itu. Bisa nggak kamu  katakan sebaliknya. Nak kamu jangan rewel terus ya, jadi anak yang baik dan patuh sama ibu.”

Masya Allah, makjleb! benar sekali perkataan ibu. Kenapa saya tidak sadar dari dulu, ya. Dan bukankah ketika saya mengucapkan hal yang tidak baik tersebut berarti seakan saya meminta anak untuk terus berperilaku seperti itu.

Sadar kalau selama ini saya salah kaprah. Dan saya rubah perkataan saya ketikan tantrum anak muncul, " Nak, tenang ya, ibu sayang kamu, semoga kamu jadi anak sholehah yang bisa mengangkat ibu dan bapak di dunia dan akhirat."

cespleng! It works! Alias berhasil. Tidak perlu minta air sama pak Kyai seperti yang disarankan tetangga saya, cukup keluar kata-kata baik untuk anak karena itu sebuah doa.

Alhamdulillah anak saya yang tadinya sangat super dengan suaranya yang cetar membahana membuat penasaran warga  kampung, perilaku jadi semakin lembut dan InsyaAllah bertambah baik. Memang kuncinya ada di Ibu.  Mendidik anak dengan benar karena investasi dunia akhirat kita ini tempat kita bersandar nanti saat kita tua dan menolong kita saat di akhirat kelak. Semoga kita selalu menjadi contoh yang baik untuk anak-anak kita, aamiin...

Monday, October 8, 2018

Guci, Anugerah Panasbumi dengan Sederet Keindahan yang Sayang Kalau Tidak Dikunjungi!

October 08, 2018 0 Comments

Guci, Anugerah Panasbumi dengan Sederet Keindahan yang Sayang Kalau Tidak Dikunjungi!

Hai, Dears!
Apa yang buat kamu rileks setelah terbebani dengan seabrek kegiatan yang kadang buat stress? Pasti liburan, setuju? Ya, ada orang  mengatakan  kalau rutinitas membuat kita buta dalam melihat keindahan dan liburan menyadarkan  kita akan keindahan dunia ini.
Ada banyak pilihan tempat berlibur, ya, Dears.  Namun  baik bagi kita kalau tempat tersebut murah, terjangkau dan  menyenangkan tentunya. Nah di kota Tegal tepatnya di desa Guci ada tempat wisata air panas alami yang terkenal dan sangat indah buat kamu coba. Namanya Wisata Guci. Berikut ulasan yang bisa buat kamu pengin ke sana!
Berada di Kaki Gunung Slamet

Terletak di Desa Guci, Kecamatan Bumijawa, sekitar 40 km dari ibukota Kabupaten Tegal. Objek wisata air panas ini berada di kawasan kaki Gunung Slamet di ketinggian 1.050 M dpl. Dengan ketinggian seperti itu, udara di Guci menjadi sangat sejuk, apalagi jika pagi hari dan malam  hari. Dengan  akses  jalan yang bagus  , perjalanan bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Desa Tuwel dengan laju kendaraan yang santai.

Kolam dan Pancuran  Penghilang Penyakit Kulit

Ada banyak kolam pemandian air panas dengan  pancuran yang  dikenal dengan pancuran pitu. Sebagian masyarakat percaya, membiarkan tubuh diterpa aliran air panas pancuran Guci, maka beberapa penyakit kulit seperti rematik atau koreng bisa hilang karena mengandung belerang dan sulfur . Berendam didalamnya buat rileks, percaya deh!

Wahana Permainan Bersama Keluarga 

Guciku Hot Waterboom. adalah wahana permainan air  di Guci yang terdiri dari kolam renang, kolam badan Guci, kolam rendam, dan arus jeram. Bermain air di tempat ini, dijamin keluarga benar-benar merasa betah.
Villa, Losmen dan Hotel Berbintang Dengan Harga Terjangkau
Untuk memanjakan pengunjung, objek wisata Guci menyediakan berbagai fasilitas cukup lengkap. Ada villa, losmen dan hotel berbintang. Kamu tinggal pilih sesuai selera dan sesuai budget tentunya.
Sarana Olahraga Yang  Awesome
Di Guci pun tersedia sarana olahraga, di antaranya lapangan tenis dan sepak bola. Oleh karena itu, sambil menikmati hawa sejuk dan panorama keindahan Guci, di sini kamu  pun bisa tertawa-tawa dengan bermain tenis atau bermain sepak bola bersama teman-teman atau keluarga.
Sarana Ngalap Berkah di Malam Jum’at Kliwon
Satu hal yang harus diingat kalau kamu mau berlibur ke sana adalah  pada Kamis malam atau malam Jum’at Kliwon, Guci akan sangat ramai dengan pengunjung. Artinya, jumlah pengunjung akan melebihi jumlah pada hari-hari biasa. Hal ini terkait dengan adanya kepercayaan  bahwa jika mandi sekitar jam 12 malam dan memohon sesuatu maka apa pun akan dikabulkan. Budaya bernama Ngalap Berkah ini sudah berlangsung turun temurun.
Bagaimana Dears, tertarik? Silahkan siapkan kocek dan waktunya, ya.  Guci  yang merupakan anugerah panasbumi dari gunung berapi Slamet bikin puas siapapun yang mengunjunginya.




Sunday, October 7, 2018

Belajar Ngeblog Bareng Blok Estrilook Community

October 07, 2018 6 Comments
Assalammualaikum teman-teman...

Alhamdulillah kita masih dalam  keadaan sehat wal afiat, terlebih diberi kesempatan untuk menimba ilmu lagi. Qodarulloh bisa ikutan blok Estrilook community, jadi belajar buat nulis yang benar. Kalau bulan yang lalu  di awal September ada pencerahan tentang pembuatan artikel dari mba Muyassaroh, nah di minggu ini saya ikut kelas blog pemula dengan instruktur mba Steffi Fauziah. Ilmu tulis-menulis yang dihandle Grup Estrilook Community dishare lewat grup Fb dan Whatsapp. Berbeda dengan grup sharing ilmu yang lain, karena belajar di grup ini free alias gratis

Pernah kebanyang nggak sih teman ikutan kelas nulis yang  free? saya nggak pernah terbayang sebelumnya, lho!. Beberapa bulan yang lalu pernah ikut kelas nulis artikel tapi nggak free alias bayar. Bukan masalah bayarnya, tapi ada rasa kurang enak kalau tanya-tanya banyak hal, takut kurang berkenan. Alhasil ilmunya masih mentah, dan hasil produknya juga belum bisa show off. Tapi, di grup Estrilook ini, terasa berbeda. Kelihatan sekali dari respon ibu founder, serta para senior yang sudah melanglang buana di dunia tulis-menulis ini sangat tulus. Benar-benar ingin membantu ibu-ibu untuk jadi produktif menulis.


Ye..jadi curhat nich!. Back to topic tentang kelas blog pemula dengan instruktur mba Steffi Fauziah. Sebenarnya kalau buat blog sih udah dari tahun 2008. Tapi jarang nulisnya. Akhirnya lupa password dan raib juga bloggku yang dulu. So, Ikutan kelas blog pemula ini juga jadi cambuk buat nulis. Saya jadi tahu beberapa blog gratis. Awalnya kupikir hanya blogspot saja ternyata ada juga wordpress. Dan..sst..aku  juga ngepoin blog blogger-blogger keren., termasuk bu instruktur juga. Lihatnya seneng banget. Udah tampilannya manis, sekali buka udah pada nongol tuh iklan. Keliatan berkelas sampai ada yang mo ngiklan di blog kita. Jadi semangat nih, pengin juga ada iklan yang masuk ke blogku. Kapan ya bisa terwujud?

Tampaknya itu dulu ya, teman-teman yang bisa saya share. InsyaAllah nanti share lagi ilmu yang lain. sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Wassalam

Ita