Follow Us @soratemplates

Monday, December 24, 2018

Tips menjadikan Anak Sukses dan Berkarakter Ala ‘Mamak’ Tere Liye



Assalamualaikum Sobat Blogger,

Apakah masa kecilmu sangat sempurna selalu penuh canda tawa dan kegembiraan? Jika mau jujur, pastinya  tidak, ya.  Ada memori  ketika kita kecewa karena keinginan tidak terpenuhi oleh orang tua.  Atau  rasa marah tidak terima saat Ibu memberi hukuman karena kesalahan kita dan yang lainnya. Namun dengan cara mendidik mereka yang mungkin kita sukai atau tidak, kita yakini bahwa tujuan mereka baik. Ingin menjadikan anaknya jadi orang yang sukses, berkarakter baik  dan berhasil di masa depan.

Sobat Blogger, sama seperti kisah masa kecil anak manusia, ada tangis, tawa, sedih dan lucu, penulis berbakat “ Tere Liye” juga mengungkapkan perjalanan hebat masa kecil  4 bersaudara dalam novel apik berjudul “Serial Anak-anak  Mamak.“ 

Serial ini sungguh sangat menginspirasi. Bagaimana tidak tokoh tetua di dalamnya mulai dari Mamak, bapak, Guru Pak Bin hingga Nenek Kiba, guru mengaji di kampung tersebut mengajarkan anak kebaikan dengan cara yang jarang  kita temukan di zaman sekarang. Tangan dingin merekalah yang membuat anak-anak didiknya menjadi ‘harta karun’ yang sangat berharga  nilainya. Dari semua orang yang menginspirasi di serial ini, saya paling berkesan dengan cara mendidik ‘Mamak.’

Iya, Gaya ‘Mamak’ di sini bukan yang selalu lemah-lembut tidak pernah marah. Bukan tipe mamak yang takut kalau membentak anak  maka ribuan sel otaknya akan mati seperti  teori  sekarang, bukan pula dengan gaya keras yang mengontrol anaknya jadi apa yang dia mau, namun  ‘Mamak’ berbeda.

Bagaimana gaya ‘Mamak’ hingga Eliana, si sulungnya berhasil menjadi aktivis penyelamat lingkungan, lalu Pukat, si anak kedua,menjadi seorang peneliti penting di dunia? atau  anak ketiga, Burlian, menjadi orang penting yang menjelajah dunia serta si Bungsu, Amelia  yang setelah bergelar doktor kembali ingin membangun desanya? Yuk, Sontek gaya mendidik ‘Mamak’ yang saya rangkum, Sobat!

1.     Memberi Julukan  pada Setiap Anaknya

‘Mamak dan Bapak’ Tere Liye digambarkan orang yang sangat bijaksana. Mereka memberi julukan setiap anaknya dengan julukan yang berbeda. Namun tentunya yang positif, ya. Eliana dijuluki si Anak pemberani, anak sulung ini memberi teladan bagi adik-adiknya. Karena julukan pemberani inilah dia percaya diri melawan orang yang menambang liar serta perambahan kelapa sawit di desanya. Pukat dijuluki ‘si anak pintar,’ karena perkataan yang terus terucap membuatnya berhasil menjadi anak pintar sampai dapat beasiswa ke luar negeri dan menjadi peneliti dunia. Burlian ‘si anak spesial’ selalu melakukan sesuatu yang berbeda. Daya pikirnya yang keren serta cita-citanya ingin menjelajah keliling dunia, terwujud juga. Amelia, yang sejak kecil sakit-sakitan dijuluki ‘si anak kuat’ dia juga berhasil mendapat beasiswa mengikuti jejak kakak-kakaknya dan berhasil menjadi doktor.

2.        Tegas dan Selalu Konsisten

‘Mamak’ selalu bersikap tegas dan pegang konsisten. 'Mamak' bersikap tegas terutama untuk ibadah. Agar anak menjalankan sholat tepat waktu. Di saat yang lain pula, diceritakan saat Pukat dan Burlian membolos karena malas sekolah. Dia perbolehkan dengan syarat mereka berdua harus membantu mamaknya bekerja. Alhasil Pukat dan Burlian menyesal setelah merasakan begitu susah dan capeknya mengikuti mamak bekerja. Itu menjadi pelajaran penting bagi mereka.

3.     Tegar Tidak Pernah Cengeng Didepan Anaknya


Saat menghadapi masalah, ‘mamak’ tidak pernah menampakkan rasa sedihnya. Dia bersikap biasa saja. Ketegaran yang ditunjukkan berdampak pada anak-anaknya di kemudian hari. Mereka menjadi orang yang bersikap 'normal', tidak ‘lebay’ saat dihadapkan masalah tetapi langsung fokus mencari solusinya. 

4.    Peduli Meski Tidak Ditampakkan

‘Mamak’ bukanlah seorang yang selalu menampakkan kasih-sayang dengan menuruti semua keinginan anak, ataupun orang yang selalu lemah-lembut. Namun dibalik itu semua dia  berjuang untuk kebahagiaan mereka. Menyediakan makanan yang bergizi meski harus menahan keinginannya membeli sesuatu, ataupun memenuhi kebutuhan  yang lain demi anaknya.

5.     Mengajarkan Kemandirian, Tanggung jawab dan Kerja keras


Seperti dalam serial Eliana, ‘mamak’ mendidik dia untuk bekerja keras. Sejak pagi Eliana sudah bangun awal untuk membantu mengurusi seluruh keluarganya. Pukat, Burlian serta Amelia pun tidak bisa bebas bermain sebelum tugas mereka selesaikan. Mereka dilatih untuk mandiri sejak kecil.

6.    Mendorong Anaknya Bersekolah Tinggi


Tidak seperti kebanyakan orang jaman dulu yang menyekolahkan anaknya hanya tingkat SD saja, namun ‘mamak dan bapak’ yang dituliskan Tere Liye ini selalu memotivasi anaknya untuk bersekolah tinggi. Dan itu merupakan cita-cita mereka. Jadi di saat keluarga lain mendapatkan uang hasil panen untuk membeli harta benda, namun 'Mamak dan Bapak' menyimpannya untuk anak mereka bersekolah. Seperti contohnya menyimpan uang hasil panen, untuk Eliana masuk SMA, Pukat masuk SMP dan seterusnya. Meski pada akhirnya bersekolah tinggi sampai ke luar negeri karena beasiswa, namun daya juang orang tuanya berperan tinggi dalam keberhasilan anak-anaknya.

7.     Selalu Mendoakan di Sepertiga Malam


‘Mamak’ tidak menampakkan kesedihannya atau rasa sayangnya di depan anak-anaknya, namun ‘Mamak’ meluapkannya lewat doa-doa di sepertiga malamnya. Dia tidak rela jika malamnya hilang tanpa mendoakan anak-anaknya. 

Kalau ada yang berpikir, Ah! itu kah hanya cerita fiksi. Ya, mungkin, tapi bisa juga Tere Liye menuliskannya karena kisah nyata.

Iya, ceritanya hampir sama dengan masa kecil suami saya dan saudara-saudaranya. Masa dimana mereka harus membantu di sawah atau menjaring udang di sungai untuk dijual ke pasar sewaktu masih SD, dan lain sebagainya. Sikap Ibu mereka yang tegas, tegar, tidak selalu menampakkan kelembutan kepada anak-anaknya, namun maknanya berbuah manis di kehidupan mereka. Ibu mertua selalu mendorong anak-anaknya untuk maju. Kemandirian serta kerja keras yang diajarkan memacu mereka untuk menjadi sarjana bahkan dengan biaya sendiri, sampai mereka mendapat pekerjaan layak.

Dan yang mengherankan meski Ibu bersikap sedikit jutek, namun bisa mengikat hati anaknya untuk tetap dekat dengannya.  Saya ingat sewaktu Ibu mertua sakit. Sebenarnya saat itu hanya sakit panas biasa, namun Ibu tidak mau keluar kamar untuk makan. Kemudian suami saya datang, dia menemani di dalam kamar berdua dari pagi sampai sore. Keluar hanya untuk sholat dan mengambil makanan. Saya yang menunggu di luar sampai cemburu. Sampai tiba saat malam,  Ibu mau diantar ke dokter dan alhamdulillah paginya sehat kembali. Dari kejadian itu saya tahu, ternyata kalau Ibu mertua saya sakit, beliau harus tidur bersama anak-anaknya. Seperti ‘Mamak’ Tere Liye,yang sedikit judes, namun ada yang istimewa dari Ibu  mertua saya yang patut saya contoh.  Saya jadi ngefans sama beliau, hehehe...

Well meski setiap orang punya gaya mendidik berbeda, seperti saya pada anak saya, namun cerita yang menginspirasi dan penuh kebaikan perlu kita teladani.

Semoga bermanfaat!

Wassalamualaikum...


19 comments:

  1. Wah, ini ceritanya keren. Ah, tulisan Tere Liye memang selalu keren. Jadi pengen baca kisah Amelia, Pukat, dan Burlian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. eritanya sangat ,enginspirasi, trims sudah mamapir ,Mba

      Delete
  2. Hmm kayaknya ada yang sama dengan saya nih, karakter si mamak, hehe. Mungkin perlu dicontoh juga, ya, memberi julukan positif buat krucil saya. Keren mbak, inspiratif banget ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya, toh Mba? pertahankan deh, hehehe. Trims sudah mampir.

      Delete
  3. Wah, seri ini saya belum lengkap. Baru punya yg burlian dan pukat.
    Bener ya, patut dicontoh cara mamak mendidik anak-anaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Mba. Dari semua novel Ter Liye, say apaling suka ini, menginspirasi biar mendidik anaknya jadi sukses juga

      Delete
  4. Tulisan2 Tere Liye memang selalu penuh makna. Ada pelajaran berharga yang bisa diambil setelah membacanya.

    ReplyDelete
  5. Keren, Ya,Mba. Trims sudah mampir.

    ReplyDelete
  6. Aku juga suka dg karakter mamak
    Mengingatkanku sm ibuku
    Mungkin beliau memang g lembut, tp apa yg beliau ajarkan bener2 bermanfaat

    ReplyDelete
  7. Saya penggemar novel Tere Liye ... Mamaknya inspiratif sekalii

    ReplyDelete
  8. Bener banget mbak, setiap cerita yang menginspirasi dan mengandung kebaikan patut kita teladani btw hampir semua novel tere liye udah saya baca kecuali yang serial ini, jd pengen baca juga ...

    ReplyDelete
  9. Kisahnya bagus. Baru tau tere liye nulis buku seperti ini...ceritanya edukatif sekali orangtua jahat tapi bisa menjadikan anak anaknya berhasil

    ReplyDelete
  10. Selalu ada pesan moral yang dalam dalam setiap karyanya Tere Liye ... Salut banget

    ReplyDelete
  11. saya juga suka kisah-kisah ini...mengingatkan pada masa kecil...

    ReplyDelete
  12. Saya udah baca semua serial Anak-anak Mamak. Bukan cuma dalam serial ini saja, dalam semua novel Tere Liye tokoh ibu atau mamak selalu digambarkan penuh kadih sayang, sabar dan lembut. Selain itu beliau juga disiplun, tegas dan konsisten. Selaku mendorong anak untuk maju mengejar impian. Juga mengajarjan kejujuran dan ketaatan beragama. Semua Mamak di novel Tere Liye selalu hebaaat.....

    ReplyDelete
  13. Manfaat sekali rangkumannya untuk bekal mendidik anak ke depan. Makasih mba..

    ReplyDelete
  14. Saya belum baca buku ini. Baca poin nomor satu, hehe ... jangan-jangan selama ini saya gitu, ya? Makasih resumenya, bermanfaat banget.

    ReplyDelete
  15. IONQQ**COM
    agen terbesar dan terpercaya di indonesia
    segera daftar dan bergabung bersama kami.
    p1n bb:*58ab14f5

    ReplyDelete