Follow Us @soratemplates

Saturday, January 5, 2019

Resolusi 2019, Mencoba Diet Plastik!

January 05, 2019 1 Comments


Hallo teman
                                                  Gambar: www.national.tempo.co.id

Ngomongin tentang plastik, apa sih yang ada di benak kamu? Sesuatu yang membuat masalah, kan? Bagaimana tidak, kita tahu kalau zat ini sulit diurai yang berakibat mengganggu lingkungan. Apalagi beberapa kali diberitakan ada gajah, ikan paus , lumba-lumba ataupun makhluk lain  yang mati karena makan sampah plastik. 

Dan buat saya sendiri, sebenarnya paling nggak suka lihat plastik kresek. Keliatan “nyumpeg-nyumpegin” alias nggak enak di pandang mata. Beneran lho, saya agak terganggu dengan dihantuinya tas kresek, tampaknya mereka selalu  membersamai saya di alam semesta ini. ada banyak pencemaran yang disebabkan oleh plastik ini. Meskipun kita tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan lingkungan, tempat tinggal kita, tapi paling tidak,  tidak menambah banyak sampah plastik di alam semesta ini sangat berarti. 

so, buat resolusi 2019 ini, saya benar-benar pengin berbuat sesuatu untuk mengurangi sampah, terutama plastik.

Saya mengikuti teman yang posting”go Green,” Beberapa dari mereka memberikan ide cara mengurangi sampah plastik dengan cara seperti bawa sendiri botol minuman, bawa tas belanja sendiri, minum tidak perlu pakai sedotan, dan lain sebagainya.

Tampaknya itu ide yang bagus dan mudah diterapkan. Tapi yang terpenting adalah niat untuk melakukannya.  Mau sedikit peduli pada lingkungan? Yuk simak cara mudah ini.

1.      Membawa shopping bag ke pasar.

Gaya banget ya, pakai shopping bag, maksudnya mah tas belanjaan sederhana buat dibawa ke pasar, gitu. Cara ini sangat sederhana tapi bisa mengurangi  sampah plastik di rumah.

2.      Bawa tupperware atau kotak  saat beli ikan atau daging basah di pasar.


Meski sudah bawa tas belanjaan, di dalamnya juga saya bawa tempat atau kotak makanan. Ya, kadang saya malas buang plastik bau bekas ikan atau daging. Jadi hal ini cara gampang buat saya. Bawa kotak yang bisa buat nampung ikan atau daging sekilo. 

Kebetulan kita masih keluarga kecil, baru bertiga jadi beli makanan juga seperlunya. Dan senangnya lagi, karena sering belanja di pasar, jadi punya pedagang langganan. Kalau berbelanja memang jarang menawar tapi saya sering meminta lebih dengan servis mereka. Caranya dengan meminta membersihkan ikan sampai bersih.

3.       Membawa kotak saat beli makanan matang

Pokoknya kalau mau beli makanan apapun bawa kotak makan dari rumah. Terasa aneh awalnya. Karena tidak lazim orang beli makanan  bawa rantang begitu, namun kalau terbiasa malah lebih efisien. Kalau biasanya makanan tersebut ditempatkan dalam plastik terus pulang kita bongkar dulu dan ditempatkan lagi di piring/mangkok, kalau dengan cara ini saya lebih irit tempat dan mengurangi sampah.

4.      Memilah sampah untuk yang organik dan non organik
Kalau ini juga sudah di coba, namun seringkali tidak konsisten. kadang lupa masukin ke keranjang sampah yang buat plastik dan yang bukan. 

5.      Menyimpan botol plastik dan  plastik kemasan makanan ringan anak untuk dibuat ecobrick
Kalau ini masih tahap rencana. Pengennya sih begitu. Ya, paling tidak plastik yang ada sudah dipilah dan ‘sumpel-sumpelin’ aja ke dalam botol, he...

6.      Meminta pedagang membungkusnya makanan dengan daun pisang.
Karena saya tinggal di desa, masih lazim membungkus makanan dengan daun pisang. Saat beli sarapan, saya lebih memilih membawa tempat makan atau dibungkus pakai daun pisang. Lebih sedap.

7.      Mulai mengurangi sedotan.
Orang jaman dulu kalau minum yang langsung dari gelas, ya. Nggak seperti zaman sekarang. Sudah tinggal ‘glegek-glegek’ aja pakai sedotan segala, padahal tanpa itu pun minuman terasa menyegarkan.

Itulah resolusi saya untuk ikut mengurangi sampah plastik.  Mudah-mudahan saya  bisa melaksanakan dan konsisten menjalaninya. Salam.

BUat K-Pop Lovers, Intip Nih Fakta Menarik Pelajar Korea yang Bisa Kamu Tiru!

January 05, 2019 1 Comments

Hai Teman,

                            Gambar : https://www.upi.com/Top_News/World-News/2015/08/26

Ngomongin tentang Korea, tampaknya itu sesuatu yang menarik , ya. Lihatlah dandanan para K-Pop, gaya para Oppa dan Ommo, yang berwajah tampan dan cantik bak boneka manekin. Tak ayal maka banyak anak muda yang mengikuti dandanan mereka. Nggak pandang apakah itu sesuatu yang baik atau tidak.

Dan buat kamu! Iya kamu, yang katanya seorang K-Pop lovers. Pernah nggak cari tahu bagaimana kehidupan pelajar di Korsel?dan bagaimana hari sekolah mereka? Tampaknya kalau kamu tiru hal itu lebih positif daripada hanya menghafal lagu atau joget-jogetnya saja. hehehe...

Nah, kalau saya, jujur saja kurang suka nonton drakor atau ngikutin berita K-Pop. Tapi saya suka 'ngepoin' video dan blog seorang guru yang mengajar di sana. Saya penasaran bagaimana sekolah para pelajar itu sampai Korea Selatan bisa menduduki peringkat 1 di dunia.

Yup, setelah berselancar di beberapa blog serta situs berita, betapa terkejutnya saya, setelah tahu fakta yang terjadi di dunia sekolah negerinya Su-Ju ini.

Saya jadi membayangkan kalau hal itu diterapkan pada murid-murid saya, apa mereka kuat sekolah di sana. Kamu penasaran apa itu? Check nih fakta-fakta yang shocking !


1. Siswa sekolah menengah Korea memiliki hari sekolah sekitar 16 jam

Whatt??
Selama itu?

Iyes, beneran , lho! Ternyata rata-rata siswa sekolah menengah belajar di kelas mulai jam 8 pagi sampai 9:30 malam atau 10 malam. Mereka melakukannya demi tujuannya agar bisa masuk ke perguruan tinggi favorit dan untuk itu mereka harus berkompetisi Korsel memang dikenal dengan tingginya kompetisi masuk perguruan tinggi.

Dilansir dari https://www.bbc.com/news/education-25187993, Dituliskan kebiasaan anak SMA yang bernama Hye-Min Park berusia 16 tahun. Dia tinggal di distrik Gangnam Seoul. Itu lho, daerah yang dipopulerkan oleh bintang pop Psy dengan reff lagunya “it’s a gangnam style."

Setiap hari dia bangun jam 6.30 pagi dan sudah di sekolah jam 8 pagi. Selesai jam 4 sore, (atau jam 5 sore kalau dia punya klub), lalu mampir ke rumah untuk makan.

Dia kemudian naik bus ke shift sekolah kedua hari itu, di crammer pribadi atau hagwon, (mungkin itu semacam kelas tambahan) dimana dia belajar dari jam 6 sore sampai jam 9 malam.

Dia menghabiskan dua jam lagi untuk belajar mandiri di sekolah, sebelum tiba di rumah pukul 11 ​​malam. Waktu tidur adalah  jam 2 pagi, dan bangun di pagi hari jam 6.30, terus pagi untuk melakukannya lagi.

Bisa dibayangkan, bagaimana capeknya, kan? lalu bagaimana cara dia mengatasi kejenuhan itu?
"Aku biasanya lelah tetapi aku bisa melupakan kesusahanku ketika aku melihat hasil, karena mereka baik-baik saja!" Ini  lho jawaban dia! 

Ah, benar-benar perkataan seorang pelajar yang sangat antusias dengan masa depannya, ya. mungkin prinsip dia seperti pepatah yang biasa kita dengar “ Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Melihat kenyataan seperti itu, pantas saja ya kalau negaranya bisa maju. Lihat generasinya yang benar-benar serius dan tangguh untuk mendapatkan ilmu.

Ssstt..ngomong-ngomong masalah itu, saya jadi ingat murid-murid saya. Tampang mereka nggak cakep-cakep amat. Otak juga nggak pinter-pinter, tapi gayanya itu lho...melebihi Oppa dan Ommo Korea. Yang malas buat baca lah,dan pada saat diterangkan sering nggak ‘lengkap jiwa raga’ alias nggak fokus, apalagi kalau dikasih tugas, hanya anak-anak yang ikhlas saja yang mau mengerjakannya.

Nah, kalau kayak gini gurunya cuma bisa bersabar,ya. Nggak tahu deh, apa mungkin menurut mereka bersekolah mungkin hanya buat status saja. Kalau seperti itu, lalu kapan majunya bangsa ini?weleh..weleh...

2. Dukungan Orang Tua Kepada Anaknya

Masih bercerita tentang Mbak Hye-Min Park. Apa ibunya tidak khawatir dengan kesehatan mental dan fisik anaknya?

Ternyata Ibu Hye-Min, Yoon-Gyeong Hwang mengatakan dia khawatir tentang putrinya, tetapi mereka tidak punya pilihan ketika harus bersaing.

"Korea memiliki sedikit sumber daya alam, kita bahkan tidak memiliki banyak tanah,
satu-satunya sumber daya yang kita miliki adalah manusia. Jadi, siapa pun yang ingin sukses
benar-benar harus menonjol. Sebagai seorang ibu saya tidak merasa nyaman dengan jenis seperti ini.
Tapi itu satu-satunya yang bisa dia lakukan untuk mencapai mimpinya. "

Ada lagi tambahan yang buat informasi. Ternyata kesadaran akan pentingnya pendidikan sudah diterapkan sejak dulu oleh setiap orang tua. Bahkan sampai merata di desa. Ini bisa dilihat di komik HELLO JADOO




HELLO JADOO, Ah..berkali-kali baca komik ini saya nggak bosan, karena kocak banget. Komik korea ini  sangat terkenal dan terlaris sepanjang sejarah. Ini menceritakan kisah “Jadoo” gadis kecil dan tomboy yang tingkah lakunya yang lucu dan jadi trouble maker. Back to topic, iya di konik itu dimunculkan budaya setiap anak yang harus tekun belajar.

Dalam komik ini digambarkan setiap rumah di desa Jadoo berlangganan lembar latihan belajar anak. Yang mengantarkan lembar latihan tersebut sampai rumah-rumah  adalah ibu yang bekerja paruh waktu. Kemudian setiap akhir pekan lembar latihan yang sudah diisi tersebut diambil dan diganti dengan yang baru. Hasil koreksiannya pun disampaikan ke orang tua. Dijelaskan di situ bahwa yang mengoreksi jawaban adalah beberapa siswa SMA yang ingin dapat tambahan uang saku. Keren banget, ya?

3. Guru adalah Orang Yang Paling Tinggi Derajatnya.

Ada istilah di Korea kalau derajat guru adalah “setinggi Tuhan".
OMG?
Nggak kayak gitu juga,kali!

Iya, dari blog https://elwood5566.net  diceritakan bahwa meskipun susah menebak skala gaji para guru, tetapi guru memegang tempat yang berharga dan dihormati di masyarakat. Korea menekankan pendidikan dengan kekuatan seratus orang. Akibatnya, Korea memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap guru-guru.

Kalau di negara kita gimana? Apakah seperti itu?

You know it so well, lah, ya! Harapannnya semoga ke depan  pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan para guru bukan hanya yang PNS saja, namun juga guru swasta dan guru honorer yang juga sama-sama ikut mencerdaskan generasi bangsa. 

4. Hukuman fisik masih berlaku di sini.

Kalau di Amerika Serikat  atau taruhlah contoh di negara kita, bagaimana  HAM sangat digembar-gemborkan, sehingga membuat terbatasnya guru saat mengajar, tapi tidak di negara Korea.

Ternyata hukuman fisik dulu diijinkan, tapi sekarang, agak ditoleransi.’ Bu Guru’ yang saya baca blognya itu bercerita kalau dia punya "tongkat ajaib" yang biasa dipakai untuk menghukum anak saat mendisiplinkannya . Mungkin tidak seekstrim yang kita bayangkan dengan menggunakan tongkat itu untuk memukul sampai berdarah-darah, ya. Namun dari situ kita tahu bahwa pemerintah dan masyarakat memberi kepercayaan guru untuk mendisiplinkan dan memberi pengajaran. Jadi ada sedikit rasa segan siswa terhadap guru.

Saya jadi ingat dulu pernah ada kasus guru SD yang dihukum hanya karena mencubit siswa. Dan yang baru-baru ini viral. Video guru yang dilecehkan siswa dengan diajak berkelahi. Ya meskipun itu hanya sekedar bercanda,tapi menurut saya, benar-benar ‘kebangeten’! martabat dan harga diri seorang guru yang mengajar mereka malah direndahkan.

5. Siswa Bertanggung jawab Atas Kebersihan Sekolah Mereka.

Sudah jadi ciri negara maju,ya, kalau nilai tanggung jawab dan kedisiplinan sangat ditekankan. Salah satu dari pengajaran mereka adalah bertanggung jawab atas kebersihan dan perawatan sekolah mereka. Sementara petugas kebersihan yang dipekerjakan cenderung untuk melakukan tugas-tugas utama saja.

Hal ini sebenarnya sama sih seperti di negara kita. Piket kebersihan kelas juga hampir di setiap sekolah ada. Bagi anak yang tahu akan tugas dan tanggung jawabnya ya mereka laksanakan. Namun bagi yang suka ‘nggak urus’ ya seenaknya sendiri. Mau kelas bersih maupun kotor berantakan,it’s ok buat mereka. Inilah salah satu yang menurunkan kualitas pelajar.

Well, Ternyata ada banyak ya, nilai positif dari pendidikan para Oppa dan Ommo itu. Sebagai orang Indonesia yang santun akan nilai-nilai kebaikan, terutama buat kamu yang muslim, baik bagi kita untuk meniru sesuatu yang baik saja. Tentunya yang mencerminkan kesopanan, kedisiplinan,serta budaya kita, ya.

Wednesday, January 2, 2019

Jadi Anak Kos Bahagia Tanpa Kelaparan dan Bebas pacaran, Begini Cara Kami!

January 02, 2019 3 Comments


Hai Teman,

Pernah jadi anak kos? Derita apa yang pernah kamu rasakan? Makan sehari satu kali karena kiriman tak kunjung tiba? ataukah sebel lihat teman sibuk pacaran di depan kita? Secara, kita kan jomblowati yang nggak laku, gitu loh, wkwkwk!  Wah kalau pernah mengalami hal seperti itu, benar-benar poor you!

Tapi buat saya, kalau mengingat hal itu, saya jadi terharu. Di saat banyak teman terlepas dari orang tuanya untuk belajar namun malah jadi salah langkah karena tidak diawasi, namun kami berusaha terus memperbaiki diri. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena memang kami berada di lingkungan yang baik. Yup, terlepas dari konyolnya tingkah anak kos, hidup kami tetap terarah.

Oke, mumpung memory masih fresh di dalam otak, langsung saya’ kloning’ di mari aja, ya!

Awal Bertemu Mereka

Masih ingat sekitar 11 tahun yang lalu, saya diantar Ibu mencari kos. Kebetulan saya diterima di Universitas Negeri Semarang. Setelah berputar-putar mencari kos yang kebanyakan sudah penuh, sampailah kami di Kos yang Bertuliskan ALBAROKAH. Di sinilah cerita sebagai anak kos berawal. Beruntungnya juga kos tersebut terletak di belakang kampus FBS, tempat saya belajar.

Kos itu berisi sekitar 20-25 anak. Konon di Kos tersebut ada ‘penghuni lain’ yang suka ganggu. Ini bukan cerita saja, beberapa teman pernah shock melihatnya, saya juga pernah 'diganggu'  bahkan hampir satu semester. Tapi alhamdulillah saya bisa cepat 'menguasai diri' dan bisa hidup normal lagi.

Mengadakan Sholat  Berjamaah

Karena hal tersebut, maka salah satu dari kami mengusulkan untuk sholat berjamaah. Pastinya hal itu disambut baik. Jadilah rutinitas kami sholat berjamaah di depan TV bahkan setelah itu kami juga mengadakan program tahajud bersama. Ada juga program muhasabah bersama yang nanti setelahnya kita jadi saling bermaafan.

Memasak Bersama

Nah kalau ini saya suka. Secara, di kos dulu saya dikenal dengan sebutan Miss gosong. Itu bukan karena kulit saya yang gosong,ya,  tapi karena sudah kebiasaan saya memasak apapun pasti gosong. Nggak tahu, itu sindrom penyakit apa, bahkan saking parahnya, saya pernah masak air juga gosong, bener-bener deh ya....

Adanya acara jadwal masak ini lumayanlah, buat saya makan enak tanpa ada rasa pahit-pahit gitu, wkwkwk..apalagi bisa ngirit uang bulanan. Bayangin untuk kebutuhan makan selama satu bulan kita hanya disuruh iuran 50 ribu. Beneran lho! Tapi memang kita harus bawa beras 5 kg perbulan. Masih ingat saya, saat itu harga telur masih 1 kg 4000, dan kita masih pakai kompor minyak  yang harga minyak tanah per liter Rp 700.

Meski cheffnya amatiran, tapi masakannya enak-enak lho!. #Eh nggak tahu deh tepatnya! karena dulu waktu jadi anak kos, lidah kita tidak  terlalu  peka.  Adanya cuma rasa makanan enak dan uueenak ......lol!.  

Ya,jadi ada jadwal untuk memasak di kos kami. Setiap harinya ada 2 koki yang memasak untuk menu sarapan dan makan siang. Asyik, kan! saat  pulang kuliah sudah disediakan makan, nggak perlu harus pusing cari warung makan?.

Jadwal Kebersihan Rutin

Kalau saat itu ada perlombaan kebersihan kos, saya yakin kos kami jadi juara satu. Tahu kenapa? , lantainya selalu cling!tiap hari ada 2 petugas kebersihan. Yang kalau ngepelnya kurang bersih ada yang bermuram durja, gitu.

Dan kalau ada yang tidak melaksanakan tugasnya bakal didenda 5000. Kalian tahu, kan! kalau uang begitu berarti buat anak kos?  Jadi jarang ada yang melanggarnya. Oiya kerennya lagi, ada petugas kebersihan yang khusus bakar sampah. Atau kalau tidak memungkinkan ‘menteri kebersihan’ bakal mencari bantuan orang untuk membawa pergi sampahnya.

Aturan Ketat Saat Menerima Tamu

Aturannya adalah hanya boleh menerima tamu sampai jam 9 malam saja dan tidak memperbolehkan tamu cowok masuk ke dalam kos. Kalau kita butuh mengerjakan tugas di luar pun batasnya  sampai jam segitu. Jika ada yang melanggar, maka resiko  ditanggung sendiri tidak dibukakan pintu alias tidur di luar.

Berwirausaha Buat Bunga Kertas dan Dijual Saat Acara Wisuda

Saya ingat waktu itu, kami satu kos membuat bunga menggunakan kertas krep yang berwarna warni. Bentuk bunga yang sudah jadi lengkap dengan tangkai dari lidi yang sudah dililit warna hijau itu kemudian dicelupkan dalam cairan lilin panas.

Setelah itu kami membungkusnya dengan plastik kado transparan. Jadilah bunga yang indah. Bunga tersebut dijual seharga 5000. Bisa dibayangkan, betapa bahagianya kami ketika bunga itu terjual. It means bisa buat jajan mie ayam, wkwkwk

Oiya saat itu para petugas yang menjual bunga dibagi, setiap fakultas ada 2 orang yang menjual. Kalau ada video rekamannya jaman dulu, pengin deh, lihat wajah culun kami saat menjual bunga memelas sambil berkata “ Mas, bunganya mas, buat hadiah Mbaknya”, “Mbak,bunganya Mbak buat hadiah temannya.”

Dan  Alhamdulillah selama bertahun-tahun menjadi penjual bunga di acara wisuda, dagangan kami habis. Tampaknya akting muka memelas kami sangat memukau pembeli, wkwkwk...

Surprise Saat Ada yang Berulang Tahun

Dan ini yang paling menjadi hiburan anak kos. Iya, saat ada yang berulang tahun. Tahu, kan,jahilnya anak muda dulu? Mengerjai teman yang ultah jadi momen yang membahagiakan, wkwkwk...

 Dulu saya masih ingat sewaktu saya berulang tahun benar-benar surprise banget. Badan saya di siram air, dan ternyata handuk sudah mereka sembunyikan. Tambahan lagi, kunci lemari pun di sembunyikan juga. jadilah saya kedinginan. Tapi tidak lama sih, pastinya mereka tidak tega juga melihat temannya menderita. Yang lama itu mereka sembunyikan baju kotor saya. Saya cari-cari hampir 1 minggu lebih, eh ternyata  mereka sembunyikan di kolong tempat tidur, wkwkwk...

Ada cerita lain lagi sebenarnya. Selain “Mbak” itu, di kos juga ada yang suka meneror kami. Teman-teman menyebutnya Jacky. Tubuhnya yang bahenol,  sering datang tanpa diundang. Bahkan yang paling menyebalkan , dia pernah datang satu keluarga bersama anak-anaknya. Mereka berjalan sambil saling menggigit ekornya. Tampak seperti pasukan marching band, ih..jijik banget lihatnya. Herannya, ada  lho teman yang terhibur dan malah berseru “ih..liat lucu banget.” aneh banget, dia, Ya!

Pokoknya bahagia banget, bisa bertemu mereka di waktu yang tepat. Kehidupan anak kos dengan penghuninya yang berkarakter berbeda tetapi saling mengisi dan memotivasi, menjadi salah satu tempat belajar kami tentang ilmu kehidupan.

Tampaknya segala keprihatinan serta usaha keras mereka, terbayar sudah. Saat ini ada beberapa teman yang  menjadi dosen dan dapat beasiswa ke luar negeri. Ada juga ibu rumah tangga sukses dan produktif, jadi ASN, jadi guru serta jadi pengusaha catering yang hebat.

setiap saat I miss you sisters...

'Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day2
.
 #ODOP#estrilookcommunity #Day 2

Tuesday, January 1, 2019

Pantas Dijadikan Resolusi, Inilah 6 Alasan Menulis Buat Hidup Lebih Bermakna!

January 01, 2019 6 Comments


Assalamualaikum Teman,

Tidak terasa, ya kita sudah memasuki awal tahun 2019.  Iya baru saja kemarin tanggal 31 Desember, sekarang udah tanggal 1 aja, he...

Masih ingat resolusi tahun lalu? Berapa banyak yang bisa kamu capai dan mana yang masih ditangguhkan untuk berhasil?

Atau mungkin ada sesuatu yang tidak direncanakan  sebelumnya, namun tiba-tiba muncul, mengalir dan malah menjadikan berharga. Layaknya  ‘ harta karun’ yang lama terpendam dan kemunculannya tidak disangka-sangka?.  Kalau  iya, sama donk, seperti saya.

Di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan saya seperti biasa saja. Hanya mengurus suami dan anak juga mengajar di sekolah.  Namun tiba-tiba ada sesuatu hal yang menarik saya untuk masuk ke dalamnya. Iya, sebuah tantangan untuk menulis artikel dari website Estrilook.
Artikel itu awalnya  ditulis dalam blog, kemudian diikutsertakan dalam tantangan. Karena  pantas untuk diterbitkan, maka muncul di website. Nah itulah yang membuat saya aktif ‘ngeblog’ kembali.  Ya, dulu di tahun 2010 pernah sih menulis di blog, tapi habis itu nggak tau deh, menghilang begitu saja.

Anddd...It works!, Sejak menulis di blog, ikutan jadi kontributor menulis  sampai artikelnya terbit,  membuat saya lebih percaya diri. Hidup jadi lebih produktif dan terarah.

Tahu kenapa?

Iyes, teman. Dengan banyaknya manfaat dalam menulis, hidup saya jadi lebih bermakna. Inilah juga yang akan saya jadikan resolusi untuk lebih banyak menulis di tahun ini. Apa saja alasannya, cap cus cuy...



1.     Meninggalkan Jejak Berarti Dalam Hidup
Langkah manusia di dunia ini pasti meninggalkan jejak. Terkadang kita tidak sadar, kalau sebenarnya sesuatu yang terjadi dalam hidup kita begitu banyak yang berarti, kamu pernah berpikiran seperti itu?

Dan ...ketika hal itu muncul, akan sayang sekali jika menghilang bersama waktu. Nah, menuliskannya di blog akan mengingatkan saya tentang jejak yang sudah dilalui.

2.     Sarana Curhat

Kayaknya sudah jadi kodrat wanita kalau suka curhat, ya. Curhat sama teman, orang tua atau orang terdekat kita. Meski kadang memberikan solusi ataupun tidak, curhat itu asyik kita lakukan. Apalagi curhat tentang orang lain..eitts..jangan donk, itu namanya menghibah hehehe...

Buat saya, selain curhat pada orang, menuliskannya di dalam blog juga menyenangkan.

Karena setelah menuliskannya, pastinya saya baca lagi, saya resapi, dan setelah itu biasanya ‘hikmah‘ akan muncul. ‘Hikmah’ berupa kesadaran diri. Baik- buruk atau benar-salahnya sesuatu yang sudah saya lakukan itu.


3.     Menunjukkan Eksistensi Diri

Eksistensi diri sejatinya adalah penilaian ada atau tidak adanya pengaruh keberadaan kita di hadapan orang lain. Apabila orang lain menganggap kita mempunyai sebuah eksistensi, maka keberadaan kita sudah dianggap dan dapat diperhitungkan oleh orang-orang di sekeliling kita.

Ini penting buat saya, karena saya sering malu mengutarakan pendapat. Bisa dikatakan tidak suka berdebat, tapi juga nggak suka diam, bingung kan, gimana karakter saya wkwkwk. Kayaknya karakter orang seperti itu sering tidak diperhitungkan, hihi..poor me!
Tapi dengan menunjukkannya lewat tulisan, saya percaya dan yakin mereka mengakui ‘keberadaan’ saya.

4.     Memaksa Diri Untuk Selalu Belajar

Belajar kok dipaksa, aneh kan?
Tapi kenyataannya memang seperti itu, Teman. Terkadang saya suka malas belajar, maksudnya baca buku yang berkualitas gitu.

Nah, dengan aktif ngeblog, itu jadi cambukan buat diri untuk selalu belajar. Buat cari inspirasi tulisan.

Meski belajar tidak hanya lewat buku saja, tapi juga dengan mengunjungi blog dan membaca tulisan teman-teman, itu bisa dapat sensenya..
Menulis tanpa amunisi membaca, non sense banget, kan? setuju nggak? 

5.     Memberi Inspirasi Kepada Orang Lain

Menjadi seorang inspirator? Bukankah itu sangat luar biasa? Tapi pertanyaannya apakah benar tulisan saya bisa menginspirasi?
Maybe Yes, Maybe No
Iya, itu tergantung penilaian pembaca, sih!. Apakah tulisan saya ada nilai positifnya buat mereka.  Tapi yang terpenting dari semua itu adalah niat ingin berbagi sesuatu yang baik. Itu saja.

6.     Bisa Buat Nambah Income.

Iyes, Alhamdulillah meski belum banyak, tapi setidaknya honor tulisan itu sudah buat saya berbangga diri. Pengennya sih di tahun ini selain dapat  dari hasil menulis artikel di website, bisa dapat dari hasil ngeblog juga, aamiin...

Ok, teman, itu 6 alasan mengapa saya menganggap menulis membuat hidup lebih bermakna. Pastinya teman –teman senior di dunia blogging ini punya lebih dari 100 alasan asyiknya dunia ini. Salam...


'Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day1 dst.