Follow Us @soratemplates

Saturday, January 5, 2019

BUat K-Pop Lovers, Intip Nih Fakta Menarik Pelajar Korea yang Bisa Kamu Tiru!


Hai Teman,

                            Gambar : https://www.upi.com/Top_News/World-News/2015/08/26

Ngomongin tentang Korea, tampaknya itu sesuatu yang menarik , ya. Lihatlah dandanan para K-Pop, gaya para Oppa dan Ommo, yang berwajah tampan dan cantik bak boneka manekin. Tak ayal maka banyak anak muda yang mengikuti dandanan mereka. Nggak pandang apakah itu sesuatu yang baik atau tidak.

Dan buat kamu! Iya kamu, yang katanya seorang K-Pop lovers. Pernah nggak cari tahu bagaimana kehidupan pelajar di Korsel?dan bagaimana hari sekolah mereka? Tampaknya kalau kamu tiru hal itu lebih positif daripada hanya menghafal lagu atau joget-jogetnya saja. hehehe...

Nah, kalau saya, jujur saja kurang suka nonton drakor atau ngikutin berita K-Pop. Tapi saya suka 'ngepoin' video dan blog seorang guru yang mengajar di sana. Saya penasaran bagaimana sekolah para pelajar itu sampai Korea Selatan bisa menduduki peringkat 1 di dunia.

Yup, setelah berselancar di beberapa blog serta situs berita, betapa terkejutnya saya, setelah tahu fakta yang terjadi di dunia sekolah negerinya Su-Ju ini.

Saya jadi membayangkan kalau hal itu diterapkan pada murid-murid saya, apa mereka kuat sekolah di sana. Kamu penasaran apa itu? Check nih fakta-fakta yang shocking !


1. Siswa sekolah menengah Korea memiliki hari sekolah sekitar 16 jam

Whatt??
Selama itu?

Iyes, beneran , lho! Ternyata rata-rata siswa sekolah menengah belajar di kelas mulai jam 8 pagi sampai 9:30 malam atau 10 malam. Mereka melakukannya demi tujuannya agar bisa masuk ke perguruan tinggi favorit dan untuk itu mereka harus berkompetisi Korsel memang dikenal dengan tingginya kompetisi masuk perguruan tinggi.

Dilansir dari https://www.bbc.com/news/education-25187993, Dituliskan kebiasaan anak SMA yang bernama Hye-Min Park berusia 16 tahun. Dia tinggal di distrik Gangnam Seoul. Itu lho, daerah yang dipopulerkan oleh bintang pop Psy dengan reff lagunya “it’s a gangnam style."

Setiap hari dia bangun jam 6.30 pagi dan sudah di sekolah jam 8 pagi. Selesai jam 4 sore, (atau jam 5 sore kalau dia punya klub), lalu mampir ke rumah untuk makan.

Dia kemudian naik bus ke shift sekolah kedua hari itu, di crammer pribadi atau hagwon, (mungkin itu semacam kelas tambahan) dimana dia belajar dari jam 6 sore sampai jam 9 malam.

Dia menghabiskan dua jam lagi untuk belajar mandiri di sekolah, sebelum tiba di rumah pukul 11 ​​malam. Waktu tidur adalah  jam 2 pagi, dan bangun di pagi hari jam 6.30, terus pagi untuk melakukannya lagi.

Bisa dibayangkan, bagaimana capeknya, kan? lalu bagaimana cara dia mengatasi kejenuhan itu?
"Aku biasanya lelah tetapi aku bisa melupakan kesusahanku ketika aku melihat hasil, karena mereka baik-baik saja!" Ini  lho jawaban dia! 

Ah, benar-benar perkataan seorang pelajar yang sangat antusias dengan masa depannya, ya. mungkin prinsip dia seperti pepatah yang biasa kita dengar “ Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Melihat kenyataan seperti itu, pantas saja ya kalau negaranya bisa maju. Lihat generasinya yang benar-benar serius dan tangguh untuk mendapatkan ilmu.

Ssstt..ngomong-ngomong masalah itu, saya jadi ingat murid-murid saya. Tampang mereka nggak cakep-cakep amat. Otak juga nggak pinter-pinter, tapi gayanya itu lho...melebihi Oppa dan Ommo Korea. Yang malas buat baca lah,dan pada saat diterangkan sering nggak ‘lengkap jiwa raga’ alias nggak fokus, apalagi kalau dikasih tugas, hanya anak-anak yang ikhlas saja yang mau mengerjakannya.

Nah, kalau kayak gini gurunya cuma bisa bersabar,ya. Nggak tahu deh, apa mungkin menurut mereka bersekolah mungkin hanya buat status saja. Kalau seperti itu, lalu kapan majunya bangsa ini?weleh..weleh...

2. Dukungan Orang Tua Kepada Anaknya

Masih bercerita tentang Mbak Hye-Min Park. Apa ibunya tidak khawatir dengan kesehatan mental dan fisik anaknya?

Ternyata Ibu Hye-Min, Yoon-Gyeong Hwang mengatakan dia khawatir tentang putrinya, tetapi mereka tidak punya pilihan ketika harus bersaing.

"Korea memiliki sedikit sumber daya alam, kita bahkan tidak memiliki banyak tanah,
satu-satunya sumber daya yang kita miliki adalah manusia. Jadi, siapa pun yang ingin sukses
benar-benar harus menonjol. Sebagai seorang ibu saya tidak merasa nyaman dengan jenis seperti ini.
Tapi itu satu-satunya yang bisa dia lakukan untuk mencapai mimpinya. "

Ada lagi tambahan yang buat informasi. Ternyata kesadaran akan pentingnya pendidikan sudah diterapkan sejak dulu oleh setiap orang tua. Bahkan sampai merata di desa. Ini bisa dilihat di komik HELLO JADOO




HELLO JADOO, Ah..berkali-kali baca komik ini saya nggak bosan, karena kocak banget. Komik korea ini  sangat terkenal dan terlaris sepanjang sejarah. Ini menceritakan kisah “Jadoo” gadis kecil dan tomboy yang tingkah lakunya yang lucu dan jadi trouble maker. Back to topic, iya di konik itu dimunculkan budaya setiap anak yang harus tekun belajar.

Dalam komik ini digambarkan setiap rumah di desa Jadoo berlangganan lembar latihan belajar anak. Yang mengantarkan lembar latihan tersebut sampai rumah-rumah  adalah ibu yang bekerja paruh waktu. Kemudian setiap akhir pekan lembar latihan yang sudah diisi tersebut diambil dan diganti dengan yang baru. Hasil koreksiannya pun disampaikan ke orang tua. Dijelaskan di situ bahwa yang mengoreksi jawaban adalah beberapa siswa SMA yang ingin dapat tambahan uang saku. Keren banget, ya?

3. Guru adalah Orang Yang Paling Tinggi Derajatnya.

Ada istilah di Korea kalau derajat guru adalah “setinggi Tuhan".
OMG?
Nggak kayak gitu juga,kali!

Iya, dari blog https://elwood5566.net  diceritakan bahwa meskipun susah menebak skala gaji para guru, tetapi guru memegang tempat yang berharga dan dihormati di masyarakat. Korea menekankan pendidikan dengan kekuatan seratus orang. Akibatnya, Korea memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap guru-guru.

Kalau di negara kita gimana? Apakah seperti itu?

You know it so well, lah, ya! Harapannnya semoga ke depan  pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan para guru bukan hanya yang PNS saja, namun juga guru swasta dan guru honorer yang juga sama-sama ikut mencerdaskan generasi bangsa. 

4. Hukuman fisik masih berlaku di sini.

Kalau di Amerika Serikat  atau taruhlah contoh di negara kita, bagaimana  HAM sangat digembar-gemborkan, sehingga membuat terbatasnya guru saat mengajar, tapi tidak di negara Korea.

Ternyata hukuman fisik dulu diijinkan, tapi sekarang, agak ditoleransi.’ Bu Guru’ yang saya baca blognya itu bercerita kalau dia punya "tongkat ajaib" yang biasa dipakai untuk menghukum anak saat mendisiplinkannya . Mungkin tidak seekstrim yang kita bayangkan dengan menggunakan tongkat itu untuk memukul sampai berdarah-darah, ya. Namun dari situ kita tahu bahwa pemerintah dan masyarakat memberi kepercayaan guru untuk mendisiplinkan dan memberi pengajaran. Jadi ada sedikit rasa segan siswa terhadap guru.

Saya jadi ingat dulu pernah ada kasus guru SD yang dihukum hanya karena mencubit siswa. Dan yang baru-baru ini viral. Video guru yang dilecehkan siswa dengan diajak berkelahi. Ya meskipun itu hanya sekedar bercanda,tapi menurut saya, benar-benar ‘kebangeten’! martabat dan harga diri seorang guru yang mengajar mereka malah direndahkan.

5. Siswa Bertanggung jawab Atas Kebersihan Sekolah Mereka.

Sudah jadi ciri negara maju,ya, kalau nilai tanggung jawab dan kedisiplinan sangat ditekankan. Salah satu dari pengajaran mereka adalah bertanggung jawab atas kebersihan dan perawatan sekolah mereka. Sementara petugas kebersihan yang dipekerjakan cenderung untuk melakukan tugas-tugas utama saja.

Hal ini sebenarnya sama sih seperti di negara kita. Piket kebersihan kelas juga hampir di setiap sekolah ada. Bagi anak yang tahu akan tugas dan tanggung jawabnya ya mereka laksanakan. Namun bagi yang suka ‘nggak urus’ ya seenaknya sendiri. Mau kelas bersih maupun kotor berantakan,it’s ok buat mereka. Inilah salah satu yang menurunkan kualitas pelajar.

Well, Ternyata ada banyak ya, nilai positif dari pendidikan para Oppa dan Ommo itu. Sebagai orang Indonesia yang santun akan nilai-nilai kebaikan, terutama buat kamu yang muslim, baik bagi kita untuk meniru sesuatu yang baik saja. Tentunya yang mencerminkan kesopanan, kedisiplinan,serta budaya kita, ya.

1 comment:

  1. IONQQ**COM
    agen terbesar dan terpercaya di indonesia
    segera daftar dan bergabung bersama kami.
    p1n bb:*58ab14f5

    ReplyDelete