Follow Us @soratemplates

Wednesday, January 2, 2019

Jadi Anak Kos Bahagia Tanpa Kelaparan dan Bebas pacaran, Begini Cara Kami!



Hai Teman,

Pernah jadi anak kos? Derita apa yang pernah kamu rasakan? Makan sehari satu kali karena kiriman tak kunjung tiba? ataukah sebel lihat teman sibuk pacaran di depan kita? Secara, kita kan jomblowati yang nggak laku, gitu loh, wkwkwk!  Wah kalau pernah mengalami hal seperti itu, benar-benar poor you!

Tapi buat saya, kalau mengingat hal itu, saya jadi terharu. Di saat banyak teman terlepas dari orang tuanya untuk belajar namun malah jadi salah langkah karena tidak diawasi, namun kami berusaha terus memperbaiki diri. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena memang kami berada di lingkungan yang baik. Yup, terlepas dari konyolnya tingkah anak kos, hidup kami tetap terarah.

Oke, mumpung memory masih fresh di dalam otak, langsung saya’ kloning’ di mari aja, ya!

Awal Bertemu Mereka

Masih ingat sekitar 11 tahun yang lalu, saya diantar Ibu mencari kos. Kebetulan saya diterima di Universitas Negeri Semarang. Setelah berputar-putar mencari kos yang kebanyakan sudah penuh, sampailah kami di Kos yang Bertuliskan ALBAROKAH. Di sinilah cerita sebagai anak kos berawal. Beruntungnya juga kos tersebut terletak di belakang kampus FBS, tempat saya belajar.

Kos itu berisi sekitar 20-25 anak. Konon di Kos tersebut ada ‘penghuni lain’ yang suka ganggu. Ini bukan cerita saja, beberapa teman pernah shock melihatnya, saya juga pernah 'diganggu'  bahkan hampir satu semester. Tapi alhamdulillah saya bisa cepat 'menguasai diri' dan bisa hidup normal lagi.

Mengadakan Sholat  Berjamaah

Karena hal tersebut, maka salah satu dari kami mengusulkan untuk sholat berjamaah. Pastinya hal itu disambut baik. Jadilah rutinitas kami sholat berjamaah di depan TV bahkan setelah itu kami juga mengadakan program tahajud bersama. Ada juga program muhasabah bersama yang nanti setelahnya kita jadi saling bermaafan.

Memasak Bersama

Nah kalau ini saya suka. Secara, di kos dulu saya dikenal dengan sebutan Miss gosong. Itu bukan karena kulit saya yang gosong,ya,  tapi karena sudah kebiasaan saya memasak apapun pasti gosong. Nggak tahu, itu sindrom penyakit apa, bahkan saking parahnya, saya pernah masak air juga gosong, bener-bener deh ya....

Adanya acara jadwal masak ini lumayanlah, buat saya makan enak tanpa ada rasa pahit-pahit gitu, wkwkwk..apalagi bisa ngirit uang bulanan. Bayangin untuk kebutuhan makan selama satu bulan kita hanya disuruh iuran 50 ribu. Beneran lho! Tapi memang kita harus bawa beras 5 kg perbulan. Masih ingat saya, saat itu harga telur masih 1 kg 4000, dan kita masih pakai kompor minyak  yang harga minyak tanah per liter Rp 700.

Meski cheffnya amatiran, tapi masakannya enak-enak lho!. #Eh nggak tahu deh tepatnya! karena dulu waktu jadi anak kos, lidah kita tidak  terlalu  peka.  Adanya cuma rasa makanan enak dan uueenak ......lol!.  

Ya,jadi ada jadwal untuk memasak di kos kami. Setiap harinya ada 2 koki yang memasak untuk menu sarapan dan makan siang. Asyik, kan! saat  pulang kuliah sudah disediakan makan, nggak perlu harus pusing cari warung makan?.

Jadwal Kebersihan Rutin

Kalau saat itu ada perlombaan kebersihan kos, saya yakin kos kami jadi juara satu. Tahu kenapa? , lantainya selalu cling!tiap hari ada 2 petugas kebersihan. Yang kalau ngepelnya kurang bersih ada yang bermuram durja, gitu.

Dan kalau ada yang tidak melaksanakan tugasnya bakal didenda 5000. Kalian tahu, kan! kalau uang begitu berarti buat anak kos?  Jadi jarang ada yang melanggarnya. Oiya kerennya lagi, ada petugas kebersihan yang khusus bakar sampah. Atau kalau tidak memungkinkan ‘menteri kebersihan’ bakal mencari bantuan orang untuk membawa pergi sampahnya.

Aturan Ketat Saat Menerima Tamu

Aturannya adalah hanya boleh menerima tamu sampai jam 9 malam saja dan tidak memperbolehkan tamu cowok masuk ke dalam kos. Kalau kita butuh mengerjakan tugas di luar pun batasnya  sampai jam segitu. Jika ada yang melanggar, maka resiko  ditanggung sendiri tidak dibukakan pintu alias tidur di luar.

Berwirausaha Buat Bunga Kertas dan Dijual Saat Acara Wisuda

Saya ingat waktu itu, kami satu kos membuat bunga menggunakan kertas krep yang berwarna warni. Bentuk bunga yang sudah jadi lengkap dengan tangkai dari lidi yang sudah dililit warna hijau itu kemudian dicelupkan dalam cairan lilin panas.

Setelah itu kami membungkusnya dengan plastik kado transparan. Jadilah bunga yang indah. Bunga tersebut dijual seharga 5000. Bisa dibayangkan, betapa bahagianya kami ketika bunga itu terjual. It means bisa buat jajan mie ayam, wkwkwk

Oiya saat itu para petugas yang menjual bunga dibagi, setiap fakultas ada 2 orang yang menjual. Kalau ada video rekamannya jaman dulu, pengin deh, lihat wajah culun kami saat menjual bunga memelas sambil berkata “ Mas, bunganya mas, buat hadiah Mbaknya”, “Mbak,bunganya Mbak buat hadiah temannya.”

Dan  Alhamdulillah selama bertahun-tahun menjadi penjual bunga di acara wisuda, dagangan kami habis. Tampaknya akting muka memelas kami sangat memukau pembeli, wkwkwk...

Surprise Saat Ada yang Berulang Tahun

Dan ini yang paling menjadi hiburan anak kos. Iya, saat ada yang berulang tahun. Tahu, kan,jahilnya anak muda dulu? Mengerjai teman yang ultah jadi momen yang membahagiakan, wkwkwk...

 Dulu saya masih ingat sewaktu saya berulang tahun benar-benar surprise banget. Badan saya di siram air, dan ternyata handuk sudah mereka sembunyikan. Tambahan lagi, kunci lemari pun di sembunyikan juga. jadilah saya kedinginan. Tapi tidak lama sih, pastinya mereka tidak tega juga melihat temannya menderita. Yang lama itu mereka sembunyikan baju kotor saya. Saya cari-cari hampir 1 minggu lebih, eh ternyata  mereka sembunyikan di kolong tempat tidur, wkwkwk...

Ada cerita lain lagi sebenarnya. Selain “Mbak” itu, di kos juga ada yang suka meneror kami. Teman-teman menyebutnya Jacky. Tubuhnya yang bahenol,  sering datang tanpa diundang. Bahkan yang paling menyebalkan , dia pernah datang satu keluarga bersama anak-anaknya. Mereka berjalan sambil saling menggigit ekornya. Tampak seperti pasukan marching band, ih..jijik banget lihatnya. Herannya, ada  lho teman yang terhibur dan malah berseru “ih..liat lucu banget.” aneh banget, dia, Ya!

Pokoknya bahagia banget, bisa bertemu mereka di waktu yang tepat. Kehidupan anak kos dengan penghuninya yang berkarakter berbeda tetapi saling mengisi dan memotivasi, menjadi salah satu tempat belajar kami tentang ilmu kehidupan.

Tampaknya segala keprihatinan serta usaha keras mereka, terbayar sudah. Saat ini ada beberapa teman yang  menjadi dosen dan dapat beasiswa ke luar negeri. Ada juga ibu rumah tangga sukses dan produktif, jadi ASN, jadi guru serta jadi pengusaha catering yang hebat.

setiap saat I miss you sisters...

'Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day2
.
 #ODOP#estrilookcommunity #Day 2

3 comments:

  1. Superrrr!!!
    Saya adalah salah satu penghuni albarokah,
    Terimakasih mba ita telah mengabadikan kisah kita semua dalam tulisan.
    Alhamdulillah silaturahmi masih terjaga sampai sekarang berkat canggihnya teknologi, dan topik2 hangat diatas masih selalu menjadi perbincangan kita.
    Saya bangga dan bersyukur pernah menjadi bagian albarokah,
    Insyaallah kami teman dunia akherat..
    Aamiin yaa robbal alamiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..Ya Robbal alaminn..sudah dikupas tunta s tapi topik2nya masih tetap menarik, ya?

      Delete
  2. IONQQ**COM
    agen terbesar dan terpercaya di indonesia
    segera daftar dan bergabung bersama kami.
    p1n bb:*58ab14f5

    ReplyDelete