Follow Us @soratemplates

Monday, November 30, 2020

Buat Cuka Apel

November 30, 2020 0 Comments

 Beberapa waktu lalu saya coba buat cuka apel sendiri. Scara ya, kita tahu banget apa aja manfaat cuka apel ini. 







Cara buat:

Alat dan bahan yang dibutuhkan:

- 3 apel organik utuh

- 1 toples kaca atau plastik 

- Kain katun yang tipis

- Air

Cara membuat cuka apel:

1. Cuci semua apel yang telah disiapkan tadi

2. Potong apel menjadi beberapa bagian

3. Setelah itu biarkan apel berada dalam suhu ruangan hingga warnanya berubah menjadi kecoklatan

4. Kalau sudah berubah warna, masukkan potongan apel ke dalam toples kaca

5. Tambahkan air ke dalam toples hingga apel terendam

6. Kemudian tutup toples, lebih baik menggunakan kain katun tipis. Biarkan kain berada di bagian atas toples, namun tidak membuatnya tertutup rapat. Hal ini berfungsi agar masih ada oksigen yang masuk ke dalam campuran tersebut

7. Letakkan toples yang tertutup ini di tempat yang hangat dan gelap

8. Biarkan campuran ini selama enam bulan dan aduk setiap seminggu sekali

9. Ambil toples yang berisikan campuran tersebut, setelah proses fermentasi selama enam bulan. Hasil fermentasi ini akan menghasilkan lapisan buih di atasnya. Buih ini terbentuk dari bakteri normal karena alkohol berubah menjadi cuka

10. Kemudian saring cairan tersebut dengan menggunakan katun tipis ke dalam toples kaca lebar lainnya

11. Setelah cairan dipindahkan, tutup toples tersebut dengan kain katun tipis yang sama

12. Biarkan kembali toples yang berisikan cairan tersebut di tempat yang gelap dan hangat selama 4-6 minggu

13. Setelah memasuki masanya, pindahkan cuka apel yang sudah benar-benar terfermentasi ke dalam wadah yang lebih kecil

14. Tutup dan simpan hasil cuka apel tersebut ke dalam kulkas untuk menjaga kesegarannya

15. Selesai. Racikan cuka apel sudah bisa digunakan untuk banyak kegunaan.

Setelah selesai cuka apel dimasukkan ke dalam tempat plastik atau kaca.


Sunday, November 29, 2020

TASK 7 DOKUMEN DAN KERTAS

November 29, 2020 0 Comments

BEBENAH DOKUMEN DAN KERTAS


Pekan ini saya bebenah dokumen dan kertas. Untuk proses ini sebenarnya sudah sering saya lakukan terutama pada dokumen yang tidak begitu penting seperti  kwitansi atau struk pembelian yang sering nyumpel di tas, dompet ataupun masuk ke laci.  Sedang decluttering dan organising dokumen penting seperti ijasah, sertifikat, atau surat berharga lainnya jarang saya lakukan karena sudah menetap dalam satu bendel yang kalau tidak urgent sekali maka  tidak dibuka.

 

Proses Decluttering

 

Yang pertama saya lakukan adalah mengelompokkan berdasarkan kategori. Pembagian kategori tersebut adalah:

1.DokumenPermanen Keluarga

Contoh : Buku Nikah, Kartu Keluarga, Akta kelahiran

2.Dokumen Pendidikan

Dokumen  pendidikan  ini  dipisahkan penyimpanannya untuk Ayah, Ibu dan Anak

Contoh :Ijazah, Sertifikat,Piagam

3.Dokumen Sementara KeluargaContoh  :Paspor,  STNK,  Buku  tabungan,  Buku  servis kendaraan

4.Dokumen Asuransi

5.Dokumen & Surat Berharga

Contoh : Sertifikat rumah, Surat perhiasan, BPKB

6.Dokumen Barang Elektronik Contoh : Kartu garansi, Buku manual

7.Kartu –kartu

Contoh : Loyalty Card, Kartu berobat, ATM, BPJS

8.Dokumen Sentimental 

Contoh : slip gaji pertama, hasil karya anak, foto kenangan

9.Bukti Pembayaran yang masih diperlukan

Pengkategorian tersebut saya lakukan tentunya agar aman, rapi dan memudahkan ketika akan dicari.

 

HAMBATAN DALAM BERBENAH

Tidak ada hambatan yang berarti sebenarnya. Hambatan    terbesar justru muncul dalam diri yakni keinginan menunda pekerjaan. Namun kembali lagi memotivasi diri, bukankah saya mengikuti kelas ini untuk jadi lebih baik lagi. Jadi termotivasi kembali.

 

Kriteria Seleksi Decluttering

 

Untuk kriteria seleksi document dan kertas yang saya dipertimbangkan adalah sebagai berikut:

1.    Document masih dipakai

Dokumen ini berupa  document-document   penting   permanent   dan   sementara  yang   masih berlaku seperti Ijasah, KK, Buku nikah, BPKB, SIM, polis asuransi dll-

2.    Document tidak dipakai

Dokumen ini sebagian besar Brosur toko, nota pembayaran, katalog dari toko dll

3.    Document expired/ sudah habis masa berlaku

Seperti SKCK yang sudah expired, kartu garansi yang tidak berlaku, dll

Saat proses decluttering ini saya menemukan dokumen-dokumen yang buat kenangan. Dokumen ini sudah tidak terpakai lagi tapi sayang mau dibuang.  Sebuah foto hasil USG anak saat masih dalam kandungan, dokumen saat pemeriksaan kehamilan dulu, gaji pertama jadi guru sampai ijasah TK saya dan suami yang dulu kami bawa dari rumah orangtua.  Jadi dilihat lagi muka kami masing-masing dan membandingkannya dengan foto anak buat memastikan dominan mirip siapa gitu, hehehe... Untuk dokumen sentimentil ini pastilah kami pilah dan tempatkan dalam file khusus.

 

Proses Organising

Proses memilahdilakukan dengan cara sebagai berikut

-          Mengeluarkan  semua  kertas,  map  dan  dokumen  dari berbagai   tempat   penyimpanan   yang   masih   terpisah-pisah

-          Memilah  satu    persatu sesuai    kategori    yang    telah ditentukan

-          Mengecek masa berlaku dokumen sementara, dihancurkan  untuk  dokumen  yangs udah  expired  dan tidak digunakan

-          Memasukkan     dalam     tempat     penyimpanan,     saya menggunakan  satu clear  holder  perkategori 

-          Untuk  surat  berharga  saya  simpan  dalam  brankas  dan lemari terkunci.








 

 

 


Monday, November 23, 2020

TASK 5 GEMARAPI BUKU

November 23, 2020 0 Comments

 Proses Decluttering Buku

Sebelumnya semua buku kami letakkan campur jadi satu. Asal rapi enak saja dipandang. Beberapa juga ada di dalam kamar. Meski memudahkan saya baca pada akhirnya agak jengkel juga saat buku yang dicari entah terselip dimana. 

Untuk itu dalam menata buku saya membuat sub  kategori. Kategori tersebut adalah:

  1. Buku Fiksi

  2. Buku Agama

  3. Buku Non Fiksi

  4. Buku Komik

  5. Buku Resep

  6. Buku yang baru dibeli/ belum dibaca.


Alasan mengkategorikan buku-buku tersebut adalah karena memudahkan saya saat mencari dan ingin membacanya kembali.


Kami punya koleksi buku lumayan banyak. Dalam proses declutteringnya ada beberapa seleksi yang saya lakukan. Kategori seleksinya yaitu:


  1. Buku/majalah lama

Majalah-majalah ini umurnya sudah lebih dari lima tahun


  1. Buku anak yang sudah tidak dibaca lagi.

Buku-buku tersebut sudah dibaca oleh anak saya dan sudah bukan di kategori umurnya lagi


  1. Buku yang hampir sama materinya.

Beberapa kali saya ikut menulis buku antologi. Buku -buku tersebut saya pesan lebih dari satu. Ada juga buku yang materi/isinya hampir sama. Buku-buku itu rencananya  akan saya sumbangkan ke perpustakaan penggerak literasi desa.



Dalam decluttering klaster ini, tidak ada kesulitan  yang berarti. Suami dan anak mendukung, hambatan justru datang dalam diri sendiri. Sejujurnya saya sangat sayang banget sama buku-buku saya. Mau decluttering ada perasaan sayang. 


Namun berpikir kembali bukankah menghibahkan buku terutama pada orang yang senang  baca buku itu hal yang baik. Apalagi dalam buku tersebut memuat ilmu yang berguna. 



Kami mempunyai 4 rak buku yang berbeda. Kebetulan suami suka buat sesuatu barang dari kayu. Rak-rak tersebut dibuat suami sesuai kebutuhan. 


  1. Rak Buku Saya.

Semua  buku  diletakkan  dalam  rak  buku dengan kategori yang berbeda. Kategori buku fiksi, buku non fiksi, buku pengetahuan /buku ajar, buku komik, buku agama dan buku resep. Buku-buku tersebut masuk dalam ruang persekat dan diletakkan secara vertikal dengan judul buku terlihat di samping.


  1. Rak Buku Anak

Rak buku anak saya dibuat seperti rak buku di toko buku jadi semua buku terlihat dari depan. Buku-buku tersebut diletakkan per kategori per barisnya. Kategori buku pengetahuan agama, buku komik dan buku board book/ensiklopedia.


  1. Rak Buku Tangkring.

Saya namakan begitu karena rak tersebut sengaja dibuat nangkring di atas rak buku utama. Dalam rak tersebut sengaja saya letakkan buku-buku yang pasti dibaca, yaitu Al-Qur’an, buku jilid Iqro anak, buku resep dan komik kesukaan anak. Peletakan bukunya dibuat miring.


  1. Organizer Buku

Organizer ini sangat sederhana hanya berupa sekatan-sekatan kayu. Tempat ini sengaja dibuat khusus untuk meletakkan buku baru yang belum dibaca.


Sebagian besar buku diletakkan dengan posisi vertikal yang judul bukunya terlihat di samping. Penataan buku pada rak anak sengaja dibuat agar semua muka buku terlihat. Alasannya agar anak mudah mengambilnya. isi rak lebih rapi, muat lebih banyak dan lebih mudah ketika mencarinya serta mudah dibersihkan. Selain itu juga menyesuaikan bentuk rak buku. 


Semua sudah memiliki tempat. Kami memang sayang buku. Sebisa mungkin buku-buku yang ada kami rawat, letakkan rapi pada setiap tempatnya.  



Kami juga bercita-cita ingin memiliki perpustakaan dimana buku-buku tersebut bisa diminati dan dibaca anak-anak sekitar.


Buku digitalku masih beberapa. Buku-buku tersebut masuk dalam kategori file yang berbeda. Sebagian besar buku-buku digital saya hanya buku ajar dan buku pengetahuan bahasa Inggris karena kebetulan saya mengajar Bahasa Inggris di salah satu SMK.


Dari total semua buku yang ada, bisa dikatakan 90 % sudah terbaca semua. Saya bisa dikatakan book hunter, suka berburu buku. Suami tidak mempermasalahkan saya yang suka belanja buku, asalkan buku yang dibeli dibaca. Suami yang suka memberi dana untuk beli buku, karena itu saya sebisa mungkin tidak menyia-nyiakan apa yang beliau beri. 


Penampakan setelah penataan.




#Task5GP #gemaribuku #gemaripratama #gemaripratama4 #GP3kelasX (isi angka kelasnya) #menatadirimenatanegeri #gemariclass #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu #gemarian

Sunday, November 22, 2020

Task 4 Gemarapi Pakaian 2

November 22, 2020 0 Comments

 

Pekan ini saya benahi pakaian 2 yaitu sepatu, tas, selimut, sprei, aksesoris dan perlengkapan sholat.


Pada proses decluttering ini saya mengelompokkan pakaian 2 menjadi beberapa  sub kategori pakaian. Saya merasa dengan dibuat sub kategori pakaian, memudahkan kita saat kita ingin memakainya. Selain itu susunan pakain yang terlihat di lemari lebih rapi dan menyenangkan. 


Kelompok sub-sub kategori  yang saya buat, yaitu:


  1. Linen (Selimut, Sprei, Handuk ) dan Perlengkapan Sholat

Kelompok pakaian ini saya letakkan di bagian atas lemari.

Ada bagian khusus selimut, sprei, handuk dan perlengkapan sholat


  1. Sepatu, tas

Sub kategori ini saya buat dalam beberapa bagian, yaitu sepatu harian yang biasa dipakai, sepatu musiman (khusus) yang biasa dipakai saat tertentu saja. 


  1. Perlengkapan Sholat.

Sub kategori ini masuk dalam lemari kecil di ruang sholat. Untuk mukenanya saya masukkan di storage dan sajadahnya saya lipat rapi dalam lemari.


  1. AKsesoris

Pita rambut saya masukkan dalam box organizer yang dibuat sendiri. Topi dicantelin dan masuk ke ruang setrika. 



Proses Decluttering Kriteria Seleksi

Dalam Proses decluttering pakaian 2 ini saya menggunakan kriteria berdasarkan masih dipergunakan / masih terpilih atau tidak dipergunakan (tidak terpilih)

Dalam prosesnya diseleksi apakah masih dan layak dipergunakan dalam hal ini masih nyaman dipakai, tidak kekecilan atau ketat, dan pakaian yang tidak. Ada 4 box sebagai alat bantu, masing-masing saya tulis sesuai yang akan diisi. Sepatu , Tas  serta Linen yang akan disimpan, Sale, Donasi/Hibah dan recycle. 

Box 1. Simpan. Pakaian 2 ini masih dipergunakan jadi setelahnya segera saya rapikan lagi dan masuk dalam lemari, box dan rak sepatu.

Box 2. Sale: Pakaian 2 (sepatu, tas ) ini masih bagus. Beberapa tas dan sepatu branded sudah saya rencanakan untuk dijual. Hasilnya InsyaAllah akan saya pakai untuk menyantuni anak-anak yatim/ tidak mampu. 

BOX 3: Donasi/Hibah: Pakaian 2 ( Sepatu dan Tas) ini masih layak pakai dan bagus tapi tidak dipakai karena kekecilan dan hal yang lainnya. Rencananya akan saya hibahkan ke tetangga atau saudara.

BOX 4: Sepatu dan Tas yang rusak di bagian tertentu. Semuanya sudah saya bawa ke service tas dan sepatu. InsyaAllah setelahnya mau dihibahkan saja.


Pengalaman dalam Proses Decluttering

Proses decluttering ini bukan hal yang memberatkan buat saya karena sebelumnya banyak literasi yang sudah saya baca, dan suami juga suka rapi-rapi.

Proses decluttering pakaian 2 malah sudah kami lakukan  beberapa waktu yang lalu. Jadi sepatu, tas milik kami bertiga ( suami, anak yang sudah kelas 3 SD dan saya)  yang tidak dipakai lagi sudah masuk karung dan diletakkan rapi di gudang. Tapi sayang hanya mangkrak saja di situ. Selanjutnya baru awal pekan yang lalu saya cek kembali barang-barang tersebut yang ternyata hampir semuanya masih bagus dan layak dipakai. Sepatu dan tas-tas tersebut kemudian saya cuci bersih memakai baking soda dan saya jemur.

Alhamdulillah prosesnya sudah selesai dan dua hari yang lalu sudah dihibahkan ke tetangga-tetangga. Barang paling banyak milik anak terutama sepatunya. Bersyukurnya buah hati saya sekarang paham kalau ada barang tidak terpakai dan masih bagus, pilihannya hanya dihibahkan ke yang membutuhkan atau disale.

Hambatan dalam Menyimpan

Tidak ada hambatan yang berarti karena kami termasuk orang yang jarang beli barang kalau tidak benar-benar rusak. Sedangkan barang yang sudah tidak bisa kami pakai karena kekecilan dan lainnya sudah kami hibahkan jadi barang kami sedikit.


Sepatu, tas yang kami simpan hanya yang memang akan kami pakai saja. 

Sedikit hambatan saat menyimpan topi. Sejujurnya saya lebih suka topi masuk ke lemari juga, karena kalau  dicantelin takut mengundang nyamuk. Topi akhirnya tetap saya masukkan dalam laci lemari


Proses Organising, Analisa Rasa

  1. Rapi dan teratur

Pakaian 2 yang sudah terkurangi dan dilipat menyesuaikan jenis lemari kemudian beberapa dimasukkan dalam box sesuai sub kategori menciptakan suasana rapi dan teratur dan sedap dipandang.

  1. • Aman dan Nyaman

Decluttering pakaian 2 ruang jadi lebih longgar. Sepatu dan tas yang dipakai musiman masuk dalam storage jadi aman dari binatang seperti kecoak atau tikus.  Sepatu dan tas tas tetap aman dan nyaman dipakai karena dirawat dan dirapikan dengan benar.

3 • Sehat dan Bersih

Rak sepatu yang biasanya numpuk sandal dan  sepatu tidak terpakai jadi terlihat bersih. Tentunya serangga atau nyamuk-nyamuk juga jadi jarang yang buat lebih sehat.

•4. Alami dan Berkelanjutan

Decluttering dan organising pakaian 2 yang terpilih dan tidak terpilih ini dibersihkan dengan baking soda secara alami kita yang menetapkan. Menata pakaian yang sudah disesuaikan dengan kondisi masing-masing anggota keluarga agar nyaman dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.




#Task4GP #gemaripakaian #gemariaksesoris #gemaripratama #gemaripratama4 #GP4kelasX (isi angka kelasnya) #menatadirimenatanegeri #gemariclass #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu #gemarian



TASK 3 GEMARAPI PAKAIAN 1

November 22, 2020 0 Comments

Proses Decluttering

Sub Kategori Pakaian

 Pada proses decluttering ini saya mengelompokkan pakaian menjadi beberapa  sub kategori pakaian. Saya merasa dengan dibuat sub kategori pakaian, memudahkan kita saat kita ingin memakainya. Selain itu susunan pakain yang terlihat di lemari lebih rapi dan menyenangkan. 


Kelompok sub kategori  yang saya buat, yaitu:


  1. Pakaian sehari-hari.

Kelompok pakaian ini saya letakkan di bagian tengah lemari dalam sebuah box organise yang beberapa saya  buat sendiri dari kardus.

Ada bagian khusus daster/pakaian tidur, ada box berisi celana panjang, box berisi rok, box berisi atasan dan box berisi  gamis.


  1. Pakaian khusus.

Sub kategori ini saya buat dalam beberapa bagian, yaitu baju kerja, baju khusus olahraga, dan baju musiman.

Baju kerja saya gantung dalam dua buah lemari. Satu lemari untuk baju suami, dan satu lemari gantung untuk baju kerja saya. Baju olahraga mask dalam sekat tersendiri. Baju olahraga khusus saya sendiri dan sekat baju olahraga suami. Sedang baju musiman yang berisi baju yang dipakai saat musim tertentu saja seperti kebaya saya letakkan dalam box organise. 


Kriteria Seleksi


Dalam Proses decluttering pakaian ini kami menggunakan kriteria berdasarkan masih dipergunakan / masih terpilih atau tidak dipergunakan (tidak terpilih)

Dalam prosesnya diseleksi apakah masih dan layak dipergunakan dalam hal ini masih nyaman dipakai, tidak kekecilan atau ketat, dan pakaian yang tidak. Ada 4 box sebagai alat bantu, masing-masing saya tulis sesuai yang akan diisi. Baju yang akan disimpan, Sale, Donasi/Hibah dan recycle untuk pakaian yang sudah tidak layak pakai.

Box 1. Simpan. Pakaian ini masih dipergunakan jadi setelahnya segera saya rapikan lagi dan masuk dalam lemari.

Box 2. Sale: Pakaian ini masih bagus, beberapa gamis branded yang sudah saya rencanakan untuk dijual. Hasilnya InsyaAllah akan saya pakai untuk menyantuni anak-anak yatim/ tidak mampu. 

BOX 3: Donasi/Hibah: Pakaian ini masih layak pakai dan bagus tapi tidak dipakai karena kekecilan dan hal yang lainnya. Rencananya akan saya hibahkan ke tetangga atau saudara.

BOX 4:  Pakaian dengan sobekan di sana sini sudah tidak layak pakai. Rencananya InsyaAllah akan saya recycle dipotong-potong dan dijahit untuk dijadikan keset rumah atau isian beanbag.


Pengalaman Pada Saat Proses Decluttering

Sebenarnya proses decluttering ini bukan hal yang memberatkan buat saya karena sebelumnya banyak literasi yang sudah saya baca, dan suami mendukung penuh karena beliau suka dengan kerapian. Pakaian saya, suami dan anak bahkan sudah beberapa kali di declutter dan sudah dipakai pemilik yang baru. 

Namun demikian, dalam prosesnya kemarin tetap saja kami mendapati puluhan baju yang sudah lama dan kemungkinan tidak  dipakai. Jadi berpikir ternyata banyak kemubaziran yang kami lakukan.

Sedikit hambatan saja saat men declutter baju-baju anak dan akan dimasukkan dalam box sale atau hibah, tampak gadis cilik saya keberatan. Tapi Alhamdulillah setelah dijelaskan pelan-pelan bahwa apa yang kita punyai nanti dipertanggung jawabkan atau dihisab kelak anak saya mengerti. 

Proses Organising

Cara Menata Pakaian

Dalam prosesnya organising, pakaian terpilih saya susun rapi dan masuk sesuai sub kategorinya dalam lemari. Teknik penyimpanan dan melipat disesuaikan dengan kondisi lemari dan jenis pakaian. 

Sebagian besar pakaian yang masuk dalam box organiser daya lipat pakai metode konmari.  Baju seragam kami bertiga, saya pakai metode gantung. Sedang untuk baju berbahan tebal demikian juga jaket saya lipat biasa dan disusun rapi secara vertikal tidak tinggi. Spesial celana panjang suami, saya lipat biasa dan disusun vertikal ke atas.

Untuk pakaian khusus yang jarang digunakan misal jas,kebaya, baju muslim berwarna putih, saya beri plastik. 

Jilbab segi empat, saya lipat biasa dalam bentuk tidak terlalu lebar. Kemudian saya masukkan dalam storage transparan agar terlihat saat mau diambil. Sedang jilbab instant saya lipat metode konmari dan masuk dalam box storage.

Beberapa metode tersebut saya pakai menyesuaikan bentuk dan bahan pakaian. Metode tersebut juga membuat rapi, teratur, aman karena semua masuk ke storage jadi sedikit kemungkinan untuk diacak-acak suami atau anak. Selain itu nyaman dilihat. 

Hambatan Dalam Menyimpan Pakaian

1. Hambatan pertama yaitu ketika menyimpan jilbab/ khimar yang lebar. Karena bahan licin dan jatuh agak susah melipatnya jadi saya gantung. Namun sayangnya karena lemari gantung tingginya sesuai untuk atasan saja jadi khimarnya menyapu bawah.

2. Hambatan kedua pada penyimpanan pakaian yang tidak terpilih. Untuk yang tidak layak pakai ingin segera diselesaikan biar tidak jadi clutter tapi sayangnya memang memerlukan waktu yang tidak cepat.






Analisa Rasa

  1. Rapi dan teratur

Pakaian  yang sudah terkurangi dan dilipat menyesuaikan jenis pakaian serta dumasukkan dalam box sesuai sub kategori menciptakan suasana rapi dan teratur dan sedap dipandang.

  1. • Aman dan Nyaman

Decluttering pakaian yang aman dan nyaman dipakai serta organising dengan menyusun pakaian metode konmari dalam box serta lipatan dalam tumpukan vertikal yang tidak terlalu tinggi, menciptakan rasa aman karena agar tidak mudah tumpah dan berantakan.  Susunan pakaian yang rapi menciptakan rasa aman dan nyaman.

3 • Sehat dan Bersih

Decluttering dan organising bisa dikatakan seperti mencuci lemari, menjadikan lemari kita bersih dari debu dan lebih sehat. Pakaian yang terpilih pun  yang tepat.

•4. Alami dan Berkelanjutan

Decluttering dan organising pakaian yang terpilih dan tidak terpilih secara alami kita yang menetapkan. Menata pakaian yang sudah disesuaikan dengan kondisi masing-masing anggota keluarga agar nyaman dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Pakaian yang tidak layak bisa tetap dipakai berkelanjutan dalam bentuk recycle 


#Task4GP #gemaripakaian #gemariaksesoris #gemaripratama #gemaripratama4 #GP4kelasX (isi angka kelasnya) #menatadirimenatanegeri #gemariclass #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu #gemarian