Follow Us @soratemplates

Friday, May 8, 2020

RESENSI NOVEL HUJAN TERE LIYE

Resensi Buku


Judul Buku : Hujan

Penulis        : Tere Liye

Penerbit      : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan      : ke-30, Februari 2019

Tebal           : 320 halaman, 20cm

 

“ Tetapi dia menyampaikan kebenaran. Penduduk bumi telah melupakan nasihat lama itu. Lebih baik mendengar kebenaran meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan.”( halaman 288)


“ Ratusan orang pernah berada di ruangan ini. Meminta agar semua kenangan mereka dihapus. Tetapi sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.”( halaman 308)

 

Tentang persahabatan

Tentang  cinta

Tentang melupakan

Tentang perpisahan

Tentang hujan

 

Novel ini berkisah  tentang kehidupan seorang gadis bernama Lail bersama sahabat  yang dia cinta bernama Esok.  


Novel  dibuka dengan percakapan antara Lail dan Elijah, seorang perawat yang diminta untuk menghapus  kenangan  Lail akan hujan. Hujan gerimis, hujan asam serta hujan salju mengingatkan Lail tentang  cinta dan perpisahan akan orang terkasihnya, Ibu, Ayah serta Esok.


Kenangan akan hujan yang ingin Lail hapus dimulai saat dia berusia 13 tahun, pagi itu  bersama Ibunya, Lail hendak ke sekolah naik kereta. Sedangkan Esok, pemuda 15 tahun yang nantinya menjadi sahabat Lail, saat itu juga berada dalam satu gerbong kereta bersama 4 kakaknya hendak pergi ke sekolah juga. Gerimis, Lail memandang ke luar jendela, hingga tak disangka kemudian terjadi  goncangan yang dahsyat , diketahui sebagai peristiwa gunung meletus disertai gempa super yang memporak-porandakan dunia.


 Peristiwa itu menewaskan ibu Lail, 4 kakak Esok dan banyak orang.  Beruntung Lail dapat diselamatkan oleh Esok, pemuda baik yang kemudian diketahui ternyata ibunya yang berada di rumah masih hidup, meski harus cacat karena kakinya harus diamputasi. Bencana  itu juga  menewaskan  Ayah Lali yang saat itu  berada di negara lain.


Orang-orang yang selamat termasuk Lail, Esok dan Ibunya kemudian tinggal beberapa lama dalam tenda pengungsian sampai pemerintah setempat menstabilkan keadaan. Suasana pengungsian yang terbatas petugasnya membuat Lail dan Esok ikut tergerak membantu  mengurusi para korban.  Kesibukan Lail dan perhatian Esok padanya, membuat Lail sedikit melupakan kesedihan. Lail menjadi jatuh hati pada Esok.


Kebersamaan mereka sayangnya tidak lama. Sebuah keluarga terhormat bermaksud mengadopsi  Esok.  Keluarga tersebut yang merupakan seorang walikota, juga  berjanji merawat  Ibu Esok bersama mereka. Walikota itu diketahui mempunyai anak yang cantik bernama Claudia. Lail kemudian hidup di panti sosial bersama banyak anak yang senasib dengannya.


Di panti sosial, Lail bertemu dengan seorang gadis yang lucu, ceria serta pemberani. Dialah Maryam. Bersama Maryam Lail mendapatkan banyak pengalaman. Termasuk pengalaman yang mematik jiwa sosial dan patriot saat mereka masuk dalam organisasi  relawan.


Meski tidak bersama,  Lalil tetap bisa bertemu Esok karena Esok rutin datang  demi  memberi perhatian pada sahabatnya itu. Ibu Esok kembali ke rumahnya sambil membuka toko bakery. Sampai setelahnya pertemuan rutin itu tidak bisa dilakukan lagi karena Esok yang pintar harus pindah ke kota untuk melanjutkan sekolah di Universitas ternama.


Lail bersama Maryam menikmati kegiatan mereka menjadi relawan, sampai mereka mendapat pengalaman berarti yang membuat mereka jadi pahlawan bagi banyak orang dan menjadikan mereka orang teristimewa, relawan dengan penghargaan tertinggi.


Lail dan Maryam kemudian melanjutkan sekolah sebagai perawat dan Esok mengerjakan proyek luar biasa untuk menyelamatkan penduduk bumi dari bencana buatan manusia.


Prediksi Esok tepat, ternyata ketika iklim di bumi tidak terkendali, para petinggi negara berlomba lomba mengirimkan pesawat ulang-aling dengan menyemprotkan gas anti sulfur dioksida di lapisan stratosfer yang membuat iklim berangsur pulih namun masalah baru muncul, yang membahayakan kehidupan manusia.


Esok dengan teknologi ciptaannya bermaksud mengirimkan penduduk bumi ke planet  lain yang lebih aman. Namun sayangnya penduduk yang dapat pergi tidak semua, mereka harus dipilih secara acak. Esok yang saat itu punya 2 tiket untuk pergi akhirnya tiket tersebut jatuh pada ibunya dan Claudia, anak orang tua adopsi Esok yang Lail cemburu. Di sini terjadi kesalahpahaman yang membuat Lail berpikir Esok tidak peduli  lagi padanya. Lail ingin menghapus segalanya tentang Esok. Maryam merasa sedih Lail ingin melakukannya. Esok mengetahuinya dan dia berusaha keras agar Lail tidak melakukannya. Lail sudah dalam tahap puncak penghapusan memory, akankah kenangan Lail tentang Esok menjadi hilang?


 

Kelebihan Novel Hujan Karya Tere Liye

           Novel Hujan karya Tere Liye ini sangat menarik. Cerita didalamnya sarat akan nilai-nilai kepedulian dan keberanian. Ditambah pemaparan imajinasi teknologi tingkat tinggi di tahun 2050. Plot-twist yang dimunculkan membuat pembaca larut dan penasaran untuk terus membacanya. Dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami membuat novel ini asyik untuk dinikmati.


 Kekurangan Novel Hujan Karya Tere Liye

           Sayangnya tokoh Lail dalam novel ini mempunyai karakter kurang kuat. Selain itu dimunculkannya bencana dan peristiwa tidak mudah dihadapi manusia, namun Tere Liye tidak menempatkan para tokoh itu untuk berdoa dan meminta petunjuk pada yang Kuasa. Semua hanya fokus pada nilai rasa manusia dan teknologi.

 


No comments:

Post a Comment