Follow Us @soratemplates

Sunday, October 11, 2020

Bermuhasabah Sambil Ngerjain Tugas 1 Gemari GP 4

October 11, 2020 0 Comments

 Bismillahirrohmanirrohim,

Malam ini aku bermuhasabah diri dengan sembilan pertanyaan ini.

1.    Apa tujuan hidupmu?

2.   Apa kamu suka berbenah? Lalu apa tujuanmu berbenah?

3.   Sudah tahu tujuanmu? Lalu apa motivasimu berbenah?

4.   Mindset apa yang menghambat dalam berbenah?

5.   Lihat sekelilingmu, adalah banyak clutter di sana?

6.   Apa dampak clutter yang kamu lihat itu?

7.   Sebenarnya apa yang kamu suka dari rumahmu?

8.   Lihat dengan seksama saat ini bagaimana kondisinya?

9.   Sudah? Sudah paham bagaimana kondisi rumahmu saat ini, so apa mindset baru yang buat the new you dalam berbenah?


Seakan tertampar karena sebelumnya cuek banget untuk berpikir tentang beginian.  Beruntung sekali keisengan ikut kelas Gemari Pratama via online ini punya banyak manfaat. Seperti ini. Jadi sembilan pertanyaan tadi adalah tugas pertama yang harus saya kerjakan. Tugas ini sebenarnya dibentuk dalam bentuk mindmap. Tapi tak apalah saya coba jabarkan dalam tulisan saja, biar terasa benar muncul dari dalam hati.




Tujuan hidupku.


Ada banyak tujuan hidupku. Tapi sebenarnya kesemuanya tidak muluk-muluk tinggi. Pada intinya hanya satu, jadi manusia yang bermanfaat banyak orang dan selalu berada di jalan yang benar, jalan orang yang diberi rahmat dari Allah SWT. Namun agar lebih mengena dan saya mengenal lebih diri saya, saya jabarkan satu-persatu.

Sebagai Istri dan Ibu

Amanah sebagai seorang istri, tujuanku tentulah ingin selalu membuat suami bahagia. Ingin mengajaknya selalu di jalan yang baik. Kami bisa selalu istiqomah taat beragama sesuai perintahNya, mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Ingin selalu membuatnya semangat dalam bekerja dan beribadah.

Sebagai seorang Ibu, tentulah ingin menjadi ibu yang baik buat anak-anak. Mengajak mereka taat pada Allah SWT. Mengajarkan yang sesuatu yang baik sesuai yang diperintahkan. Memberikan mereka teladan yang baik, membentuk karakter yang baik agar masa depan cerah. Menjadikan mereka anak-anak yang mandiri dan bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama dan berhasil meraih apa yang  mereka cita-citakan.

Sebagai seorang guru, saya ingin bisa memotivasi anak didik saya untuk rajin belajar dan berkarakter baik. Menginspirasi mereka untuk bersemangat hidup dan mimpi tinggi, serta  bisa meraih apa yang mereka cita-citakan.

Sebagai seorang anak, saya ingin selalu membahagiakan bapak dan ibu. Alhamdulillah beliau berdua masih sehat. Ingin sekali bisa bawa mereka ke tanah suci, aamiin...


Tujuan Berbenah


Apa sih tujuanku berbenah? Jawabannya mungkin sama dengan yang lain, ingin menjadikan segala sesuatunya tertata rapi, teratur, enak di pandang mata, yang buat pikiran jadi plong, gitu.

Menyadarkan lagi bahwa dengan berbenah ada banyak  manfaatnya. Selain terlihat rapi, barang-barang jadi teratur sesuai tempatnya.Rumah  jadi bersih, yang tentunya ke semuanya itu berdampak positif dalam hidup. Jadi tidak banyak drama ketika anggota keluarga mencari sesuatu. Waktu pun menjadi efektif dan kerja otak tidak berat saat  harus mengingat-ngingat dimana letak barang yang kita cari.


Motivasi Berbenah


Demi diri sendiri, dengan berbenah tubuh dan pikiran saya bergerak dan memberikan dorongan positif. Saya jadi lebih mengenal barang-barang yang saya miliki. Menempatkan segala sesuatu dengan teratur dan rapi. Bisa merasakan asyiknya seni menata rumah.

Demi keluarga. Ingin benar-benar menciptakan bagaimana yang dikatakan sebagai Baiti Jannati, Rumahku Surgaku. Dimana kondisi rumah tampak rapi, teratur, indah, memberi  kenyamanan juga keamanan. Tentunya bukan dari aspek fisik rumah saja, tapi di dalamnya tercipta keharmonisan dan kerukunan satu sama lain. Selain itu jika orang tua mencontohkan kebiasaan berbenah, anak akan berperilaku sama.


Mindset yang jadi Hambatan Berbenah


“Nanti ah, santai saja. Pasti aku beresin.”

Mindset yang salah kaprah karena suka menunda pekerjaan. Habis itu suami ngomel-ngomel atau tiba-tiba ada tamu, jadi rempong ke sana kemari, wkwkwk...


Adakah clutter sekeliling saya?

Clutter itu adalah sesuatu barang yang menumpuk buat kacau. Ada clutter sebenarnya yang selalu nampak di hadapan saya dan jadi ada rasa gemas juga. Ih, harus dikemanain sih barang-barang ini.

Clutter itu adalah baju-baju yang tidak terpakai lagi. Bungkusan plastik bahan craft anak, ada kain perca, benang, kain flanel, dll. Ada juga onggokan baju dalam bungkusan plastik  yang sudah bulanan berada di kamar saya. Sebenarnya sudah saya niatkan mau saya beri ke tetangga. Tapi, ah, mau ngomong saja kok susah. Ada rasa nggak enak, beliau mau nerima tau tidak.

Kalau bahan craft anak suka nggak tega mau dibuang. Dibersihkan juga kadang anak jadi marah dan nggak mood lagi berkreasi.

Dampak clutter yang terlihat itu tentulah buat sumpek. Seperti saya katakan tadi, gemes banget pengen buang. InsyaAllah setelah ini saya niatkan datang ke rumah tetangga yang saya targetkan itu.


Sebenarnya apa yang saya suka dari rumah saya?



Jawabannya adalah semuanya. Alhamdulillah Allah beri rumah yang terbaik sesuai yang saya butuhkan.  Rumah saya ada halaman yang lumayan luas, di situ ada  pohon kelengkeng yang lumayan besar. Di halaman itu juga kami tanami  tanaman hias dan beberapa tanaman sayur. Rumah kami lumayan terang dari sisi cahaya dari depan sampai belakang karena banyak jendela. Tapi sayang kemalasan penghuninya jadi buat rumah tidak bisa rapi.


Kondisi Saat ini



Di malam hening menuju dateline tugas, 11 Oktober 2020 pukul 23.00

Kalau harus digambarkan kondisinya sebenarnya lumayan rapi, dari ruang tamu sampai ruang keluarga. Hanya saja di bagian kamar seperti yang saya katakan tadi ada beberapa onggok bungkusan baju yang tidak terpakai. Sedang di bagian belakang atau dapur, ada bungkusan plastik yang berisi plastik kresek yang jadi clutter juga. Selanjutnya ada beberapa plastik botol minyak.


Mindset yang ingin saya bangun sekarang:


1.    Bersegara berbenah ketika melihat sesuatu yang tidak pas.

2.   Mengurangi plastik yang jadi sumber clutter dimana-mana.

3.   Bersegara menghibahkan barang yang tidak terpakai lagi buat yang membutuhkan.

4.   Membawa kantong  belanja dan botol atau tempat makan saat mau bepergian.


Ii   Itu sementara kenyataan hidup saya tentang berbenah. Kebiasaan saya nih suka nunda-nunda waktu seperti ngumpulin tugas gemari ini. Semoga ke depan banyak manfaat yang merubah dari diri saya setelah ikut kelas ini.

  Terima kasih.



#Task1GP #gemaripratama #gemaripratama4 #GP4kelasX (isi angka kelasnya)
#menatadirimenatanegeri  #gemariclass  #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu#gemarian

Sunday, October 4, 2020

Kenapa Saya Harus Ikut Gemari

October 04, 2020 0 Comments

 Assalamualaikum wr wb.

Gemari alias gemar rapi. Dengar kata gemar rapi apa yang ada dalam pikiranmu teman? Asli asyik ya, bikin joy gitu, kalau apa yang kita lihat rapi , enak dipandang.

Saya cenderung orang yang tidak rapian. Berbeda dengan suami yang suka rapi, he... Tapi meski begitu, beliau tidak komplain kalau saat pulang kerja rumah dalam keadaan yang tidak sesuai yang diinginkan. Menerima banget kekurangan kelebihan istri. Tapi ada sebalnya juga, beliau sebal kalau lihat istrinya bingung saat cari barang. Tahu hubungannya kan teman? orang yang nggak suka rapi jadi suka bingung cari barang? Hihihi...

Saya juga sebal dengan diri saya sendiri, kekurangan saya itu jadi buat banyak kerugian. Rugi waktu, pikiran dan lain-lain. Untuk itu  sedikit-dari sedikit mulai belajar rapi-rapi.

Usaha saya ini tidak kaleng-kaleng, lho. Beneran saya belajar tentang ilmu rapi-rapi yang terkenal dari Jepang, lewat buku KonMarie, Marie Kondo. Dan mulai terlihat lebih baik. Baju-baju sudah saya set sesuai yang saya pelajari. Barang-barang juga mulai tertata meski belum begitu sempurna sesuai yang saya inginkan.

Tapi, sayang kalau hidup rapi ini hanya muncul saat mood baik. Saat bad mood, OMG jadi kembali lagi. Jadi berpikir gitu, gimana caranya biar saya jadi konsisten rapi-rapi.

Lalu terlintas pikiran bagaimana kalau saya ikut kursus online  rapi-rapi saja? Saya coba googling tentang ini. Dan Alhamdulillah muncullah banyak testi peserta Gemari. Fix, saya tekadkan menyisihkan uang buat ikut kursus ini. Bismillah, semoga ke depan sayabisa konsisten, menata diri, menata keluarga biar lebih joy dalam segala hal.


 Oiya selain ibu rumah tangga saya juga mengajar di salah satu SMK di kota saya. Saat pandemic dan harus SFH kalau dipikir ada banyak waktu untuk menata-nata. Nyatanya lebih semrawut. SFH membuat saya harus fokus buat konten belajar, juga mengajar anak di rumah. Ibaratnya kalau biasanya habis mengajar di rumah bisa istirahat, kalau ini tidak. Selain membuat bahan ajar online, saya juga harus 24 jam melayani chatt anak didik, mengecek siswa yang jarang aktif juga tugas-tugas mereka yang tidak berkesudahan. Tapi sekali lagi kita niatkan ini sebagai bentuk tanggung jawab juga ibadah biar apa yang saya lakukan berkah, aamiin...